Sebuah Ulasan tentang Dinamika dan Potret Desa di Halmahera Tengah dalam Angka
Membaca Desa di Tengah Riuh Pilkades

Hal ini menunjukkan kondisi desa-desa kita berada dalam fase tidak sehat, ketergantungan desa sangat tinggi terhadap dana transfer pemerintah bahkan pada desa dengan status berkembang dan maju. (Data: disusun berdasarkan analisis agregat IDM 2025 dan struktur pendapatan APBDes desa di Halmahera Tengah)
Ketergantungan semacam ini menempatkan desa pada posisi yang rapuh. Selama transfer pemerintah berjalan, roda pemerintahan desa tetap bergerak.
Namun, tanpa penguatan PADes, desa akan terus berada dalam posisi bergantung dan memiliki ruang gerak yang terbatas dalam menentukan arah pembangunan.
Menariknya, Halmahera Tengah memiliki karakter ekonomi yang khas. Aktivitas industri berskala besar tumbuh pesat dan menjadi penopang utama ekonomi wilayah.
Ironisnya, geliat ekonomi tersebut tidak tercermin secara signifikan dalam peningkatan PADes desa-desa di sekitarnya. Desa kerap hanya menjadi ruang aktivitas produksi, bukan pelaku yang memperoleh nilai tambah ekonomi.
Program tanggung jawab sosial perusahaan tidak tercatat sebagai PADes, sementara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) belum terintegrasi dengan rantai ekonomi utama.
Aset desa pun banyak yang belum dikelola secara produktif. Situasi ini melahirkan ambigu pembangunan, satu sisi ekonomi wilayah tumbuh, tetapi disisi lain kemandirian desa tetap tertahan.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar