Sebuah Ulasan tentang Dinamika dan Potret Desa di Halmahera Tengah dalam Angka

Membaca Desa di Tengah Riuh Pilkades

Faizal Ikbal

Komposisi ini menunjukkan bahwa desa-desa di Halmahera Tengah masih menghadapi tantangan struktural yang serius.

IDM tidak semata mengukur capaian fisik, melainkan juga ketahanan sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dengan demikian, data tersebut mengisyaratkan bahwa persoalan desa bukan semata soal kepemimpinan individual, melainkan menyangkut fondasi kemandirian yang belum terbentuk secara utuh.

PADes: Indikator Kesehatan Desa yang Sering di Abaikan

Salah satu indikator penting dalam membaca kemandirian desa adalah Pendapatan Asli Desa (PADes). PADes mencerminkan kemampuan desa mengelola aset dan potensi lokal menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan sehingga desa benar-benar berada dalam kondisi yang fit atau sehat.

Dalam praktiknya, PADes justru kerap menjadi unsur paling kecil dalam struktur Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

Secara agregat, pendapatan desa masih didominasi oleh Dana Desa, Alokasi Dana Desa, serta berbagai bentuk transfer pemerintah lainnya.

Kontribusi PADes di banyak desa berada pada tingkat yang sangat rendah. Kondisi ini membuat desa tampak memiliki anggaran yang cukup, tetapi sesungguhnya tidak memiliki daya tahan fiskal.

Kalau kita tenggok berdasarkan komparasi Indeks Desa Membangun dan struktur APBDes desa di Kabupaten Halmahera Tengah, mayoritas desa masih memiliki PADes di bawah 5 persen dari total pendapatan Desa.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...