Sebuah Ulasan tentang Dinamika dan Potret Desa di Halmahera Tengah dalam Angka
Membaca Desa di Tengah Riuh Pilkades

Oleh: Faizal Ikbal
(Founder Komunitas Biblel Halmahera Tengah)
Menjelang pemilihan kepala desa (Pilkades), suasana desa-desa kembali menghangat. Flayer Cakades merayap ramai di media sosial, pun spanduk dan baliho terpasang di berbagai sudut, pertemuan warga berlangsung hampir setiap malam, dan janji perubahan kembali diucapkan.
Pilkades pun kerap dirindukan sebagai peristiwa politik yang nantinya akan menentukan siapa pemimpin defenitif desa ditengah gontak-ganti Penjabat Kepala Desa dalam beberapa tahun terakhir.
Di balik riuh tersebut, terdapat persoalan mendasar yang sering luput dari perhatian kita, yakni kondisi objektif desa itu sendiri.
Kita kerap kali jarang membaca Desa melalui data dan kecenderungan jangka panjang. Akibatnya, Pilkades sering berakhir sebagai pergantian figur, bukan sebagai momentum koreksi arah pembangunan desa.
Jika Pilkades diletakkan dalam angka, gambaran desa-desa di Kabupaten Halmahera Tengah tahun 2025 sesungguhnya cukup tegas.
Berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM), tidak ada satu pun desa yang berstatus mandiri. Sebagian desa berada pada kategori maju, sementara mayoritas masih berada pada kategori berkembang dan tertinggal.
Dari data presentasi, hanya terdapat 11 persen desa kategori maju, lebih dari 50 persen desa berada pada status berkembang dan sekitar sepertiga desa masih tertinggal.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar