Bagaimana Seharusnya Kita Menyambut Bulan Ramadhan?

Tetapi kesemuanya dapat diterima dan dijalani dengan penuh kesabaran dan hati yang btulus Ikhlas, karena sedang menjalankan ibadah puasa yang merupakan perintah Allah SWT.
Kesabaran dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan itu meliputi tiga bentuk yaitu:
Pertama. Sabar karena taat menjalankan perintah Allah SWT.
Kedua, Sabar karena mengekang hawa nafsu.
Ketiga, Sabar karena menderita kesukaran berupa lapar, haus dan dahaga. Dalam sebuah Hadits Rasulullah SAW, bersabda: “Puasa itu adalah Sebagian dari Shabar dan Shabar itu Sebagian dari iman.”
Puasa Ramadhan melatih pengamalnya untuk bersifat sabar, sabar Adalah merupakan sebuah sifat utama yang harus dimiliki oleh setiap manusia jika ingin meraih kesuksesan di segala bidang kehidupan.
Menurut Dr. Afif Abdul Fattah Thabbarah, Ramadhan merupakan stasiun bahan bakar yang membekali kekuatan jiwa manusia dengan tenaga abstrak dan bekal Rohani maupun moril bagi perjalanan hidup, yaitu kesabaran. Sudah menjadi sunnatullah, bahwa hidup ini tidak pernah luput dari berbagai ujian dan cobaan.
Melalui ujian kata Prof. Dr. Hamka: “Tuhan dapat membuktikan siapa yang benar-benar menegakkan iman, dan siapakah yang seperti emas padahal dalamnya Adalah Loyang, kena gesekan sedikit hilang sepuhnya tinggallah asalnya yaitu Loyang.”
Mari kita sambut bulan yang penuh berkah ini dengan ungkapan: “Marhaban ya Ramadhan, marhaban ya sasyyidusysyuhur, marhaban ya syahrulshshiyam, marhaban ya syahrulhuda, marhaban ya syahrul gufran.” (*)




Komentar