Bagaimana Seharusnya Kita Menyambut Bulan Ramadhan?

Demikian juga mau meminta dan memberi maaf kepada sesama umat manusia, terutama keluarga-keluarga dekat seperti: Ayah dan ibu, suami/istri, anak-anak maupun saudara-saudara dan lain-lainnya.
Hal ini dimaksud agar ketika memasuki memasuki bulan suci Ramadhan hati dan jiwa kita dalam keadaan suci dan bersih sehingga dengan mudah menerima nilai-nilai kebaikan serta hikmah yang terdapat dalam bulan Ramadhan yang sangat Istimewa.
Sehingga dengan demikian insyaa Allah kita akan memperoleh derajat takwa yang sebagaimana dijanjikan oleh Allah SWT, dengan mudah kita peroleh.
Sebagaimana firman Allah yang artinya:“Hai orang-orang yang beriman, diwajib kan atas kamu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah : 183).
Selain dari keempat hal yang sebagaimana diuraikan di atas, bulan Ramadhan juga sering disebut sebagai bulan kesabaran.
Karena di bulan Ramadhan dengan ibadah puasanya kita dituntut menahan diri dari pemenuhan esensial seperti, makan, minum, hubungan seksual disiang hari selama satu bulan penuh, akan menimbulkan penderitaan bagi yang menjalankan ibadah puasa itu.
Jasmani menjadi lemah, semangat bekerja menjadi menurun, batin seorang suami akan menjadi tersiksa karena harus menekan hawa nafsunya yang sewaktu-waktu datang ketika sedang berhadapan dengan istrinya.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar