Gagasan Desentralisasi Asimetris Maluku Utara sebagai Daerah Kepulauan

Julfi Jamil

Dari sisi sosial ekonomi, aktivitas masyarakat pada umumnya masih terbatas dan berskala kecil serta belum didukung oleh jaringan distribusi dan pemasaran yang merata.

Selain itu, daerah kepulauan memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap perubahan alam dan risiko bencana, khususnya gelombang laut.

Ditinjau dari aspek biogeografi, wilayah kepulauan menyimpan potensi hayati darat dan perairan, terutama pada pulau-pulau kecil, dan sebagian besar provinsi kepulauan berada di wilayah terluar negara.

Hasil penelitian lain menyatakan daerah kepulauan memiliki beberapa masalah pembangunan daerah hal tersebut karena daerah kepulauan seperti Maluku Utara yang sebagian besar sebagai daerah pulau yang mengalami keterbelakangan baik dari aspek keterbatasan layanan publik, infrastruktur komunikasi dan transportasi laut antar pulau.

Selain dari aspek ekonomi terjadi ketidak seimbangan distribusi dan pola investasi dan keterbatasan sumber dana pembangunan, rendahnya kualitas sumber daya manusia.

Kondisi tersebut menimbulkan kesulitan bagi pemerintah daerah otonom kepulauan dalam melaksanakan fungsinya (governability) atau terjadi kelemahan kapasitas pemerintah daerah kepulauan dalam merespon suatu urusan dan kepentingan masyarakat kepulauan.

Serta lemahnya adaptasi pemerintah terhadap proses kondisi daerah kepulauan sehingga dalam tata kelola pemerintahan cenderung mengadopsi model pendekatan yang digunakan pemerintah daerah yang berbasis daratan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7 8

Komentar

Loading...