Perbaikan Kebijakan adalah Kunci Kuantitas atau Kualitas?

Jeffrendsky Ngama Kolong

Literatur International Labour Organization (2014), mengonfirmasi bahwa ketergantungan pada sektor padat modal (industri ekstraktif) berisiko menghasilkan jobless growth, yakni kondisi dimana pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak diimbangi dengan penciptaan lapangan kerja yang memadai. Nampaknya, kutukan ini tengah kita rasakan hari ini.

Pembangunan Berkualitas

Literatur pembangunan ekonomi menunjukkan bahwa pembangunan yang berfokus pada industri ekstraktif minim efeknya pada pembangunan ekonomi berkualitas, terlebih untuk kesejahteraan jangka panjang.

Untuk itu, sejumlah ahli mengembangkan konsep pembangunan berkelanjutan yang berorientasi kepada pengembangan Sumber Daya Manusia dan keberlanjutan ekologis.

Sebagai tawaran awal untuk memikirkan perbaikan kebijakan daerah, baik kiranya memahami konsep pendekatan kapabilitas (capability approach) dari Amartya Sen. Dalam commodities and Capabilities, Sen (1999) mengajukan pendekatan kapabilitas menggantikan pendekatan pendapatan.

Ukuran kesejahteraan berdasarkan penghasilan (income), keuntungan (utility), menurut sen, belum bisa dijadikan ukuran final dalam pengembangan manusia (human development) yang paripurna.

Sebaliknya, pendekatan kapabilitas menitikberatkan pada kemampuan individu untuk melakukan apa yang menurut pilihannya dengan menetapkan apa yang merupakan kesejahteraan bagi dirinya sendiri.

Sen tidak menafikan bahwa pendapatan penting untuk pengembangan kesejahteraan manusia, namun secara sederhana, Sen menjernihkan kekeruhan yang bisa terjadi dalam pendekatan lama itu.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...