Refleksi Hari Pers Nasional

Ketika Jurnalis Terlalu Lama Memuji

Idham Hasan

Ketika keberlanjutan finansial menjadi pertimbangan utama, batas antara liputan informatif dan konten promosi menjadi semakin kabur.

Dari perspektif etika, pujian yang berlebihan menimbulkan persoalan terkait konflik kepentingan dan integritas profesional.

Kode etik jurnalistik di berbagai negara menekankan pentingnya independensi serta pemisahan yang tegas antara konten editorial dan promosi.

Oleh karena itu, pendidikan jurnalistik perlu menanamkan literasi kritis terhadap penggunaan bahasa dan framing, termasuk kesadaran akan dampak retorika pujian terhadap persepsi publik.

Pelatihan jurnalis tidak seharusnya hanya berfokus pada keterampilan teknis pelaporan, tetapi juga pada refleksi etis mengenai peran sosial media massa.

Pujian memiliki tempat dalam praktik jurnalisme, terutama untuk mengakui pencapaian atau memberikan konteks positif.

Namun, ketika pujian menjadi dominan dan berkepanjangan, hal tersebut berpotensi menggerus objektivitas, melemahkan fungsi pengawasan, serta membentuk opini publik secara tidak proporsional.

Jurnalisme yang sehat memerlukan keseimbangan antara apresiasi dan kritik, antara empati dan sikap skeptis. Dengan menjaga jarak profesional serta memprioritaskan verifikasi fakta, jurnalis dapat mempertahankan peran strategisnya sebagai penjaga kualitas informasi dan fondasi diskursus demokratis. (*)

Selanjutnya 1 2 3

Komentar

Loading...