Pergeseran Pola Konsumsi Sagu di Maluku Utara

Arlan Maulana Putra

Masyarakat yang tidak mengkonsumsi nasi dianggap sebagai masyarakat miskin. Pandangan inilah yang membentuk persepsi pergeseran pola konsumsi pangan.

Adanya degradasi pola konsumsi masyarakat Malut dari sagu beralih ke beras sudah terjadi sejak era 90-an dan makin masif terjadi di tahun 2000 hingga saat ini (Projectmultatuli.org, 12/8/2021).

Selain itu faktor seperti ketersediaan pohon sagu, menjadi salah satu penyebab yang mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat.

Ketersediaan pohon sagu yang menurun setiap tahunnya akibat alih fungsi lahan menjadi pemukiman dan lahan pertanian menyebabkan ketersediaan pasokan tepung sagu menurun.

Bahkan ada beberapa hektar lahan sagu yang hilang di Malut. Kita bisa bayangkan bagaimana produksi tepung sagu setiap tahunnya.

Mengutip Laporan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian tahun 2015-2017, total luas lahan sagu Malut, yang merupakan perkebunan rakyat, mencapai 3.645 hektar dengan tingkat produksi 1.403 ton per tahun.

Luasan tersebut menurun dari sebelumnya mencapai 5.431 hektar dengan tingkat produksi mencapai 8.961 ton per tahun.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...