Pergeseran Pola Konsumsi Sagu di Maluku Utara

Oleh: Arlan Maulana Putra
(Anggota Independensia dan Mahasiswa PPKn Unkhair)
Berbicara soal pangan, otomatis yang muncul dibenak adalah bahan makanan pokok yang mengandung karbohidrat. Sedangkan, ketika berbicara soal karbohidrat, otomatis yang muncul dalam benak adalah beras.
Di Indonesia, ketika berbicara soal pangan, terutama yang kaya akan kandungan karbohidrat, tentu bukan hanya saja beras.
Baca di: Koran digital Malut Post edisi Kamis, 5 Februari 2026
Tetapi, terdapat banyak sekali sumber pangan yang kaya akan kandungan karbohidratnya, diantaranya seperti, jagung, kentang, singkong, sagu, ubi-ubian, dan lain sebagainya.
Artinya, Indonesia memiliki kekayaan sumber daya genetik pangan yang luar biasa. Kekayaan ini, merupakan aset berharga yang harus dikelola dengan baik untuk menjawab tantangan ketahanan pangan di masa depan.
Sebagai salah satu sumber pangan alternatif yang melahirkan beraneka ragam khas, khususnya di Indonesia Timur. Makanan berbahan dasar sagu telah menjelma menjadi simbol identitas yang mencerminkan kebudayaan masyarakat setempat.
Bahkan dalam kehidupan masyarakat, kerap dijumpai penggunaan kosakata ke-sagu-an yang dituturkan oleh masyarakat. Keberadaan sagu yang melimpah juga menjelma sebagai identitas dan budaya masyarakat setempat.
Masyarakat yang berada di wilayah Indonesia Timur, sudah sejak lama telah memanfaatkan sagu sebagai salah satu sumber makanan pokok selain beras (Baca: Sagu Nusantara, 2022).
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar