Reinkarnasi Semangat Sultan Nuku: Saat ‘Kora-Kora’ Digital Pemuda Membelah Samudra Ketertinggalan

M. Ghazali Faraman

Kedaulatan Maritim dan Perlawanan terhadap Monopoli Baru

Sebagai bangsa kepulauan, keterikatan Sultan Nuku dengan laut adalah sebuah garis takdir. Beliau membuktikan bahwa laut bukanlah pemisah, melainkan jembatan menuju kekuatan.

Gerakan pemuda dalam pelestarian budaya laut kini tumbuh dengan semangat "Nuku-isme". Mereka melawan eksploitasi berlebihan dengan teknologi smart-fishing, menjaga terumbu karang, dan membangun pariwisata berbasis komunitas.

Mereka menyadari bahwa kedaulatan maritim tidak hanya soal menjaga perbatasan dengan kapal perang, tetapi juga soal memastikan nelayan lokal menjadi tuan di perairannya sendiri.

Lebih jauh lagi, Sultan Nuku adalah musuh bebuyutan dari sistem monopoli VOC. Spirit ini mewujud kembali hari ini dalam bentuk perlawanan terhadap monopoli platform global yang merugikan produsen lokal.

Anak muda Indonesia muncul dengan ekosistem ekonomi digital sendiri—sebuah ekonomi yang lebih adil dan transparan.

Mereka memberdayakan UMKM dengan rantai pasok mandiri, memastikan bahwa nilai tambah dari setiap komoditas bangsa tetap berputar di dalam negeri, bukan menguap ke rekening-rekening raksasa multinasional.

Persatuan Tanpa Sekat: Belajar dari Aliansi Nuku

Salah satu keberhasilan terbesar Nuku adalah kemampuannya menyatukan entitas yang berbeda, mulai dari Tidore, Maba, Weda, hingga masyarakat di pesisir Papua.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...