Kasus Direktur PT Beteravel Indonesia Naik Status ke Penyidikan

Sofifi, malutpost.com -- Kasus dugaan penipuan dan penggelapan dengan terlapor Direktur PT Beteravel Indonesia, Nurlaili, yang ditangani oleh tim penyidik Direktorat Reserse Kriminal (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut) terus berproses.
Nurlaili dilaporkan oleh tiga orang korban, yakni Ade Faisal Dama, Nur Dianah Hanafi dan Sukmawati, dengan Laporan Polisi Nomor: STPL/8/1/2026/SPKT Polda Maluku Utara, kemudian Laporan Polisi Nomor: STPL/7/1/2026/SPKT Polda Maluku Utara dan Laporan Polisi Nomor: LP/B/1/I/2026/SPKT Polda Maluku Utara.
Dari tiga laporan tersebut, satu diantaranya sudah naik status ke penyidikan dengan pelapor Ade Faisal Dama. Sementara dua laporan lainnya masih tahap penyelidikan.
Kabid humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol. Wahyu Istanto Bram, saat dikonfirmasi menyatakan, perkara tersebut sudah naik status dari penyelidikan ke penyidikan.
"Sudah ditingkatkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan," kata Kombes Pol. Wahyu, Rabu (4/2/2026).
Juru bicara Polda Malut itu menjelaskan, sejauh ini tim penyidik telah memeriksa 14 orang saksi dari laporan Ade Faisal Dama. 14 saksi itu terdiri dari saksi pelapor, korban, Direktur PT Betervel, pihak Kemenag Haji dan Umroh serta keterangan ahli pidana.
"Belasan saksi sudah dimintai keterangan oleh penyidik, selanjutnya kita tunggu kerja penyidikan," tandas Kombes Pol. Wahyu.
Diketahui, Nurlaili dilaporkan oleh tiga orang korban, yakni Ade Faisal Dama, Nur Dianah Hanafi dan Sukmawati. Ketiganya didampingi oleh Penasihat Hukum (PH), Mursid Ar. Rahman saat membuat laporan di Polda Malut, pada Selasa (13/1/2026).
Tiga korban ini merupakan agen yang melakukan transfer uang ke rekening pribadi Asnawi Ibrahim selaku Manager Operasional PT Beteravel Indonesia, senilai Rp1 miliar lebih dengan tujuan memberangkatkan 45 calon jemaah umrah.
Transfer uang ke rekening Asnawi Ibrahim itu diduga atas perintah dari Direktur PT Beteravel Indonesia, Nurlaili dan kepala cabang, Sumarno Sangaji. (one)



Komentar