Refleksi Fenomena Bencana Kepulauan Halmahera

Quo Vadis DAS MU?

Muh. Arba’in Mahmud

Potensi DAS Kepulauan

DAS Kepulauan Malut memiliki potensi sumber daya integral, yakni spiritualitas, ekologi dan sosial. Penulis menyebutnya sebagai potensi ekoteologi Moloku Kie Raha (MKR). Secara spiritual, Malut merupakan wilayah sarat nila-nilai spiritualitas dengan adanya masyarakat adat kesultanan dan masyarakat adat bukan kesultanan.

Masyarakat adat kesultanan banyak dipengaruhi oleh budaya (dan ajaran) agama Islam. Data Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), tahun 2016 jumlah masyarakat adat (non kesultanan) di Malut + 57 komunitas terdaftar, dan + 100 komunitas belum terdaftar.

Secara umum masyarakat adat tersebut berbasis komunitas (sub suku), semisal Suku Sawai (Halmahera Tengah) terdapat 15 komunitas (Pnu).

Potensi ekologi Malut relatif berlimpah sumber daya alam (SDA), baik di daratan maupun lautan. Topografi wilayah berbentuk kepulauan (837 pulau), bergunung sekaligus bersentuhan langsung dengan hamparan laut menjadi eksotika tersendiri.

Potensi keanekaragaman hayati pada kawasan hutan di Malut relatif tinggi. Selain potensi satwa, kayu dan hasil hutan bukan kayu (HHBK), seperti madu, rotan, bambu, getah, bunga dan tumbuhan lainnya, sebagian besar kawasan hutan Malut mengandung bahan mineral tambang dan potensi jasa lingkungan.

Potensi SDA laut Malut pun berlimpah sehingga menghantarkan Malut sebagai Poros Maritim Dunia dan Lumbung Ikan Nasional (LIN). Potensi tersebut meliputi sumberdaya dapat pulih (renewable resources), sumberdaya tak dapat pulih atau nir-hayati (unrenewable resources) dan jasa lingkungan/jasling (enviromental service), energi kelistrikan dan sebagainya.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6

Komentar

Loading...