(Refleksi 32 Tahun Koperasi Unit Desa Bobato)

Koperasi dalam Pusaran Korporasi

Arifin Muhammad Ade

Sejumlah analis menyatakan bahwa ekonomi desa yang sehat membutuhkan ruang tumbuh yang bebas dari model ekstraktif yang mengekstraksi nilai tanpa reinvestasi dalam komunitas lokal.

Pola pengelolaan kegiatan ekonomi desa yang didorong oleh nilai kolektif, partisipasi anggota, dan orientasi jangka panjang jelas berbeda dengan logika ekonomi ekstraktif yang fokus pada ekstraksi nilai komoditas dan ekspansi modal.

Refleksi 32 Tahun KUD Bobato

Didirikan sebelum terbentuk Provinsi Maluku Utara, KUD Bobato merupakan manifestasi awal dari semangat pemberdayaan ekonomi rakyat.

Memasuki usia ke-32 tahun, peran koperasi ini telah berkembang menjadi tonggak krusial bagi kedaulatan ekonomi rakyat. Pencapaian tersebut menjadi bukti nyata atas dedikasi para pendiri yang sejak awal meletakkan prinsip koperasi sebagai fondasi ketahanan ekonomi rakyat.

Lantas, apa yang bisa dipelajari dari 32 tahun keberadaan KUD Bobato?

Pertama, koperasi yang memiliki akar kuat di komunitas cenderung lebih tahan terhadap guncangan eksternal, termasuk tekanan pasar dan intervensi dari industri besar.

Kekuatan ini muncul karena keterlibatan aktif anggota, rasa memiliki, serta orientasi pada kepentingan bersama, sehingga setiap keputusan dan strategi usaha selalu mempertimbangkan keberlanjutan ekonomi komunitas.

Kedua, kepemilikan yang demokratis oleh anggota serta transparansi dalam tata kelola menjadi faktor kunci agar koperasi mampu mempertahankan orientasi pemberdayaan warga, bukan sekadar mengikuti arus kapital pasar.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...