(Refleksi 32 Tahun Koperasi Unit Desa Bobato)

Koperasi dalam Pusaran Korporasi

Arifin Muhammad Ade

Namun, perlu disadari bahwa koperasi dalam esensinya yang paling murni, berlandaskan pada prinsip mutualisme, demokrasi ekonomi, dan pelayanan anggota.

Tujuannya untuk peningkatan kesejahteraan bersama anggotanya, menjadi instrumen pembangunan sosio-ekonomi yang berorientasi pada komunitas.

Koperasi tumbuh dari bawah (bottom-up), melayani kebutuhan nyata masyarakat, dan menjadi inkubator kewirausahaan. Rohnya adalah pemberdayaan, partisipasi, dan keberlanjutan skala komunitas.

Di sisi lain, korporasi adalah arena yang padat modal, padat teknologi, berisiko tinggi, dan berorientasi pada ekstraksi sumber daya tak terbarukan untuk keuntungan maksimal.

Logikanya bersifat top-down, membutuhkan investasi jangka panjang, dan seringkali menghasilkan eksternalitas negatif yang bebannya ditanggung oleh lingkungan dan masyarakat luas.

Perspektif kritis melihat ini sebagai bentuk ekstraktivisme terbalik, di mana koperasi yang seharusnya menjadi wadah ekonomi rakyat berpotensi terjebak dalam logika kapital yang sama dengan industri ekstraktif.

Bila hal ini terjadi tanpa kontrol anggota dan tata kelola yang kuat, koperasi bisa kehilangan identitasnya dan justru memperlebar kesenjangan ekonomi, bukan menguranginya.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5

Komentar

Loading...