DKP Maluku Utara Target PAD Rp3,5 Miliar dari Perikanan Tangkap

Sofifi, malutpost.com -- Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Maluku Utara menargetkan peningkatan signifikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor perikanan tangkap pada tahun 2026.
Target PAD dipatok pada kisaran Rp 3 hingga Rp 3,5 miliar, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Kepala DKP Maluku Utara, Fauzi Momole, mengatakan pada tahun 2025 target PAD ditetapkan sebesar Rp 1,4 miliar dan berhasil direalisasikan hingga Rp1,6 miliar. Dengan capaian tersebut, ia optimistis target PAD tahun 2026 dapat meningkat.
"Tahun 2025 target PAD kita Rp1,4 miliar, realisasinya mencapai Rp1,6 miliar. Tahun 2026, secara pribadi saya optimistis bisa di angka Rp 3 sampai Rp 3,5 miliar," kata Fauzi, Rabu (28/1/2026).
Menurut Fauzi, peningkatan PAD terutama akan didorong oleh sektor perikanan tangkap yang saat ini memberikan kontribusi lebih dari 80 persen terhadap total PAD DKP. Penguatan sektor ini, kata dia, sangat bergantung pada ketersediaan infrastruktur penanganan hasil tangkapan.
"Perikanan tangkap ini kuncinya ada di penanganan pasca tangkap. Kalau infrastrukturnya tidak tersedia, nilai jual ikan pasti jatuh," ujarnya.
Ia mencontohkan kondisi di Kabupaten Kepulauan Sula. Sebelum optimalisasi aset penunjang seperti cold storage dan pabrik es, harga beli ikan di tingkat nelayan hanya berkisar Rp1.500 hingga Rp3.000 per kilogram, khususnya untuk ikan pelagis kecil.
Namun setelah cold storage berkapasitas 50 ton mulai dioperasikan, harga ikan mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai Rp10 ribu per kilogram. Meski demikian, beberapa jenis ikan masih berada di kisaran harga Rp6.000 hingga Rp7.000 per kilogram.
"Ini menunjukkan bahwa infrastruktur sangat menentukan posisi tawar nelayan. Kalau kita siapkan sarana yang memadai, otomatis nilai ekonomi ikut naik dan PAD ikut terdorong," jelas Fauzi.
Ke depan, DKP Maluku Utara juga akan melakukan pemetaan ulang target PAD bersama para pengelola Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di sejumlah titik pendaratan ikan.
"Target itu harus berbanding lurus dengan sarana yang tersedia. Kalau target dinaikkan, maka infrastrukturnya juga harus disiapkan," pungkasnya. (nar)




Komentar