Jalan Trans Kieraha, Pentingkah?

Jainul Yusup

Oleh: Jainul Yusup
(Dosen Unkhair, tinggal di Tului-Talagamori Kecamatan Oba, Kota Tidore)

Berpuluh-puluh tahun, konektivitas di pulau Halmahera, pulau terbesar di Kepulauan Maluku Utara, bergantung sepenuhnya pada jalur laut yang sangat dipengaruhi oleh musim dan cuaca ekstrem, isolasi ini bukan sekadar masalah jarak, melainkan hambatan peradaban.

Ketika kita bertanya, "Jalan Trans Kieraha, pentingkah?", jawabannya melampaui sekadar aspal atau hotmix; ini adalah soal keadilan sosial dan kedaulatan ekonomi.

Jalan Trans Kieraha atau jalan trans Halmahera bagi penulis tidak penting, karena itu hanya nama saja, tetapi subtansinya sama, adalah sebuah proyek besar yang dirintis oleh Gubernur dan wakil Gubernur Maluku Utara Sherly-Sarbin.

Dalam visi misinya, selain pendidikan-kesehatan gratis, juga perbaikan infrasruktur dan memperdek rentan kendali yang bertujuan menghubungkan berbagai kabupaten kota seperti Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Sofifi hingga Halmahera Selatan.

Tanpa jalan ini, denyut nadi pembangunan akan terus tersentralisasi di wilayah pesisir tertentu, meninggalkan wilayah pedalaman dalam ketertinggalan.

Salah satu alasan utama mengapa Trans Kieraha menjadi krusial adalah efisiensi logistik, selama ini, komoditas unggulan seperti kopra, cokelat, cengkeh, dan pala harus melewati proses distribusi yang panjang dan mahal melalui pelabuhan-pelabuhan kecil.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...