Gerakan Sosial Perkotaan dan Konflik Agraria di Maluku Utara: Sintesis Kritis Kajian Empiris dan Agraria Kontemporer

Gerakan yang berdaya transformasi adalah gerakan yang dibangun dari bawah—dari tanah, dari pengalaman hidup masyarakat desa, dan dari pengorganisasian jangka panjang yang menantang struktur penguasaan agraria.
Kota seharusnya berfungsi sebagai sekutu organik, bukan sebagai pusat komando yang memonopoli pengetahuan dan representasi.
Dengan demikian, tantangan utama gerakan sosial di Maluku Utara bukanlah memperbanyak aksi simbolik di kota, melainkan membangun jembatan politik yang nyata antara kota dan desa, antara wacana dan pengalaman, serta antara solidaritas simbolik dan perjuangan material.
Hanya melalui sintesis inilah perjuangan agraria dapat bergerak melampaui ritual politik menuju perubahan struktural yang berkelanjutan. (*)



Komentar