Menguak Tabir Kepalsuan Dibalik Jubah Keadilan di Halteng

El Dinoh

Oleh: El Dinoh
(Ketua Komite politik Kota Ternate)

Indonesia saat ini tengah menghadapi berbagai tantangan yang kompleks dan saling terkait. Dari sisi ekonomi, sosial, politik hingga lingkungan, gejolak demi gejolak muncul tanpa henti, membuat banyak rakyat merasakan dampak langsung dalam kehidupan sehari-hari.

Krisis ini bukan hanya tentang angka statistik, melainkan tentang bagaimana masyarakat bisa bertahan dan bangkit. Di tengah keterpurukan, masih ada celah untuk menciptakan solusi menang yang adil, bijak, dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan bangsa Ketidakpastian Ekonomi dan Daya Beli yang Melemah.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Rabu, 14 Januari 2026

Salah satu krisis yang paling dirasakan masyarakat saat ini adalah kelemahan ekonomi. Inflasi yang terus meningkat menyebabkan harga kebutuhan pokok melonjak. Gaji tak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar, sementara lapangan kerja makin sulit didapatkan.

Banyak sektor informal yang sebelumnya menjadi tumpuan jutaan warga kini goyah, terpukul oleh ketidakpastian pasar dan perubahan gaya hidup digital. Semua ini berangkat dari posisi negara yang membuka kerang borjuis internasional untuk masuk ke indonesia.

Tidak sampai disitu saja borjuis nasional juga berkembang dan belajar lebih banyak dari borjuis internasional semua ini tidak lain adalah untuk memperpanjang napas eksploitasi terhadap rakyat.

Kita bisa membaca kembali buku yang di tulis oleh Karl marx yakni Das kapital jilid 1, yang menjelaskan dalam struktur masyarakat, “ekonomi adalah hal yang paling mendasar dalam kehidupan masyarakat yang harus terpenuhi yakni sandang dan panggan”.

Kapitalisme menggunakan struktur ekonomi berjuis yang pada akhirnya mengantarkan masyarakat indonesia pada jurang kehancuran.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4 5 6 7

Komentar

Loading...