“Timang-timang Tambangku Sayang”: Mengancam Pendidikan Generasi Muda

Arlan Maulana Putra

Ini menandakan, bahwa tinggi dan rendahnya pendidikan seseorang akan mempengaruhi pola pikir dan sikap masyarakat akan lingkungan.

Olehnya itu, tanpa pendidikan mustahil suatu kelompok manusia dapat maju dan berkembang sejalan dengan cita-cita yang diyakini.

Menurut Ki Hajar Dewantara pendidikan menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

Artinya, usaha sadar yang dimaksud ialah untuk menyiapkan peserta didik melalui kegiatan bimbingan, pengajaran, dan latihan bagi peranannya di masa yang akan datang.

Untuk mengatasi dampak tambang terhadap pendidikan, perlu adanya upaya serius dari pemerintah dan masyarakat. Pemerintah harus membuat kebijakan yang melindungi dan memastikan bahwa pendidikan menjadi prioritas utama.

Masyarakat juga harus berperan aktif dalam memantau kehadiran tambang dan memastikan bahwa kehadiran tambang tidak mempengaruhi pendidikan.

Sebagai rakyat, yang selama ini diharuskan tangguh dalam melalui krisis-krisis yang menghantam kehidupan sehari-hari, krisis sekarang ini sangatlah keterlaluan dan menjengkelkan.

Pemerintah yang sudah jauh-jauh hari melihat kedatangan krisis tersebut, justru tidak memberi jaminan keselamatan bagi rakyat, tetapi meminta rakyat untuk terus semakin tangguh menyalami kehidupan dibawah tekanan krisis (Baca: Negara Tambang dan Masyarakat Adat, 2012).

Dalam jangka panjang, pendidikan adalah kunci untuk membangun masyarakat yang lebih baik. Oleh karena itu, kita harus memastikan bahwa kehadiran tambang bukan untuk menghancurkan masa depan generasi muda. Sebab, hidup kita bukan untuk berharap pada tambang. Atau bila perlu hengkang saja. (*)

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...