“Timang-timang Tambangku Sayang”: Mengancam Pendidikan Generasi Muda

Dalam konteks pendidikan, fenomena anak muda yang lebih fokus bekerja di tambang daripada melanjutkan pendidikan merupakan sebuah tantangan serius. Karena, tidak hanya mempengaruhi pembangunan generasi bangsa, tetapi juga mempengaruhi masa depan individu.
Di Kecamatan Pulau Gebe, Halmahera Tengah, PT. Smart Marsindo, perusahaan tambang nikel, kini menjadi ancaman bagi lingkungan dan kehidupan yang bikin resah siswa.
Ia beroperasi sangat dekat dengan SMA Negeri 3 Halmahera Tengah. Tentunya, ini berdampak langsung terhadap proses belajar. Mereka terganggu dengan suara bising dan getaran alat berat.
Tak hanya itu. aktivitas pertambangan berdampak bagi kesehatan. Dari aspek lingkungan, suhu udara yang meningkat akibat aktivitas tambang dapat menimbulkan debu di sekolah, yang tentu berbahaya bagi kesehatan murid dan guru.
Lingkungan sekitar tambang yang tercemar dan tidak sehat membuat anak-anak sulit untuk belajar dan berkembang. Jika dibiarkan terus, bukan hanya pendidikan yang terganggu, tetapi juga keselamatan masyarakat terancam.
Saputri dan Harini (2018), dikutip oleh Moh. Dahlan, dkk (2025) dalam jurnal “Dampak Keberadaan Tambang Nikel PT JAM Terhadap Lingkungan Sosial Masyarakat” mengatakan, pendidikan dengan persepsi masyarakat terhadap dampak pertambangan mempunyai korelasi yang negatif.
Hal ini berarti semakin tinggi pendidikan maka persepsi akan dampak pertambangan akan semakin negatif atau buruk. Boleh jadi, semakin rendah pendidikan, maka persepsi akan dampak pertambangan akan semakin positif.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar