Banjir dan Longsor di Halmahera Barat: 3.444 Warga Terdampak, 2 Orang Meninggal

IMG 20260108 WA0008
Kondisi pasca banjir di Kecamatan Ibu, Halmahera Barat.

Halbar, malutpost.com -- Bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara, akibat intensitas hujan yang sangat tinggi sejak Selasa, 6 Januari 2026.

Peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 7 Januari 2026, sekitar pukul 04.00 WIT.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku Utara, Fehby Alting, mengatakan bencana tersebut meliputi 5 kecamatan dan 9 desa, dengan total 3.444 jiwa atau 726 kepala keluarga (KK) terdampak.

Selain itu, tercatat 2 orang meninggal dunia di wilayah Kecamatan Loloda, Desa Soasio akibat longsor.

"Total wilayah terdampak meliputi lima kecamatan dan sembilan desa. Jumlah warga terdampak sebanyak 3.444 jiwa, 726 KK. Korban meninggal dunia dua jiwa berasal dari Desa Soasio, Kecamatan Loloda, dan pengungsi mencapai sekitar 1.500 jiwa," kata Fehby saat dikonfirmasi, Rabu (7/1/2026).

Fehby menyampaikan, sebaran wilayah terdampak di Kecamatan Sahu Timur, tepatnya Desa Gamoneng, tercatat 200 jiwa dari 60 KK terdampak banjir.

Sementara di Kecamatan Ibu, Desa Tongute Ternate dengan 1.300 jiwa dari 300 KK terdampak, dan sekitar 1.000 jiwa terpaksa mengungsi. Kerusakan bangunan di desa ini meliputi 11 unit rumah rusak berat dan 100 unit rumah rusak ringan.

Masih di Kecamatan Ibu, Desa Tongute Ternate Asal mencatat 197 jiwa dari 59 KK terdampak, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, anak-anak, balita, dan penyandang disabilitas. Kerusakan bangunan meliputi 4 unit rumah rusak berat dan 32 unit rumah rusak ringan.

Lanjut Fehby di Desa Gamlamo, jumlah warga terdampak mencapai 1.509 jiwa dari 250 KK, dengan 500 jiwa mengungsi secara mandiri.

"Kerusakan bangunan terdiri dari 7 unit rumah rusak berat dan 15 unit rumah rusak ringan," ujarnya.

Sementara di Desa Gamici, 20 jiwa dari 5 KK terdampak, dengan kerusakan berupa 5 unit rumah rusak berat serta 1 unit pasar rusak berat.

Sementara di Kecamatan Tabaru, Desa Duomo mencatat 47 jiwa dari 12 KK terdampak, dengan kerusakan 2 unit rumah rusak berat, 3 unit rumah rusak sedang, 9 unit rumah rusak ringan, serta 1 unit ruko rusak berat. Sedangkan Desa Goin mencatat 41 jiwa dari 10 KK terdampak.

Di Kecamatan Ibu Selatan, Desa Talaga terdampak banjir dengan 130 jiwa dari 30 KK, serta 130 unit rumah mengalami rusak ringan.

Sementara di Kecamatan Loloda, tepatnya Desa Soasio, bencana ini menyebabkan 2 warga meninggal dunia, serta 5 unit rumah mengalami rusak berat.

Kerusakan dan upaya penanganan secara keseluruhan, Fehby menyebutkan total kerusakan bangunan meliputi 34 unit rumah rusak berat, 3 unit rumah rusak sedang, 286 unit rumah rusak ringan, 1 unit pasar rusak berat, dan 1 unit ruko rusak berat.

Dalam upaya penanganan, BPBD Provinsi Maluku Utara telah berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Halmahera Barat, serta membentuk tim gabungan yang melibatkan BPBD, TNI, Polri, Dinas Sosial, Kominfo, PLN, dan Basarnas untuk melakukan evakuasi warga ke lokasi yang aman.

BPBD Kabupaten Halmahera Barat juga kata Fehby, telah menyalurkan bantuan awal berupa 1 ton beras dan 500 dos mi instan kepada masyarakat terdampak.

"BMKG memperkirakan cuaca ekstrem akan berlangsung hingga 11 Januari 2026," tandasnya.

Untuk lokasi pengungsian sementara berada di rumah warga, SD Tongute Ternate, dan Balai Desa Tongute Ternate Asal.

"Adapun kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian meliputi tenda, terpal, matras atau alas tidur, makanan siap saji, sembako, paket bayi, selimut, serta perlengkapan kebersihan," tambah Fehby.

Untuk mendukung penanganan darurat, telah disiagakan berbagai sarana dan prasarana seperti mobil rescue, mobil serbaguna, mobil L300, perahu karet, dan tenda pleton.

"BPBD Provinsi Maluku Utara merekomendasikan agar Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat segera menetapkan status tanggap darurat, serta perkuat mekanisme koordinasi lintas sektor," pungkasnya. (nar)

Komentar

Loading...