Aliran Sungai Terhambat jadi Penyebab Banjir di Kecamatan Ibu, Halmahera Barat

IMG 20260107 WA0037
Sherly Tjoanda.

Sofifi, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara menindaklanjuti banjir yang melanda Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat akibat curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir ini.

Gubernur Sherly Tjoanda langsung menggelar pertemuan dengan balai teknis Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Maluku Utara.

Pertemuan berlangsung di Kantor Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Ternate untuk mengidentifikasi penyebab serta mencari solusi penanganan.

Gubernur Sherly mengatakan hasil identifikasi sementara menunjukkan banjir dipicu oleh tersumbatnya aliran sungai kecil akibat keberadaan satu ruko dan satu rumah warga.

"Tadi sudah diidentifikasi permasalahannya," kata Sherly kepada wartawan usai pertemuan, Rabu (7/1/2026).

Menurut Sherly, bangunan tersebut mempersempit aliran sungai kecil yang bermuara ke sungai besar. Akibatnya, debit air tidak mampu menampung curah hujan yang tinggi sehingga air meluap dan menyebabkan banjir.

"Aliran air ke sungai besar menjadi sempit, sehingga kecepatan air tidak sebanding dengan curah hujan yang cukup tinggi. Itulah yang menyebabkan banjir," jelasnya.

Sherly menyebutkan, kondisi banjir saat ini sudah surut. Namun, proses pendataan terhadap warga terdampak masih terus dilakukan oleh Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang telah berada di lokasi kejadian.

Ia menegaskan, ruko dan rumah warga yang menutup aliran sungai tersebut harus segera dibongkar sebagai langkah pencegahan agar banjir serupa tidak terulang.

"Harus dibongkar," tegas Sherly.

Selain itu, Sherly juga mengungkapkan adanya jembatan yang putus akibat banjir. Pemprov Malut telah berkoordinasi untuk segera membuka jalur darurat agar konektivitas warga tetap terjaga.

"Kita akan buat jalur darurat supaya warga tetap bisa beraktivitas, dan jembatan baru akan segera dibangun," pungkasnya. (nar)

Komentar

Loading...