Melihat Kondisi PAUD Pelangi Kasih di Kabupaten Pulau Taliabu yang Memprihatinkan
Berlantai Bambu, Beratap Rumbia, Tanpa Dinding, dan Guru tak Digaji

Guru-gurunya juga diambil dari masyarakat sekitar, dan mereka bekerja tanpa digaji. “Saat ini ada empat guru dan 24 siswa. Guru-guru ini mengajar dengan Ikhlas, tanpa dibayar,” kata Kurniati.
Dua guru berasal dari Dusun Air Nabi dan dua lainnya dari Desa Gela. Seluruh siswa juga belum masuk dalam data pokok pendidikan (dapodik), sehingga mereka belum menerima bantuan pemerintah seperti BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dan lainnya.
Dia berharap kelak sekolah ini terdaftar resmi, sehingga bisa mendapat bantuan dari pusat. Posisi sekolah berada di samping jalan, di tengah kebun.
Sedangkan perkampungannya berada di atas bukit. Ketika orang tua siswa ke kebun, anak-anak mereka nebeng ke sekolah.
“Selama ini anak-anak usia dini di Air Nabi hanya bermain, atau ikut orang tua mereka ke kebun. Mereka tak bersekolah,” tuturnya.
Kurniati mengaku untuk membuka sekolah ini dia berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, dan akhirnya pada Juli 2025 sekolah resmi dibuka.
“Saya bertanya ke Dinas Pendidikan, bisa tidak saya buka pendidikan usia dini dan disetujui. Makanya Juli 2025 sekolah ini resmi berjalan,” akunya.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar