Sherly “Memegang Otoritas”

Salim Taib

Kita coba menguji distribusi otoritas Sherly dalam hal jalan Trans Kie Raha yang menghubungkan Sofifi-ekor-kobe yang oleh Gubernur Sherly Tjoanda Laos menegaskan komitmennya merealisasikan pembangunan jalan Trans Kie Raha sebagai salah satu program prioritas untuk mempercepat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi sofifi dan wilayah sekitarnya.

Penegasan tersebut disampaikan dalam pedatonya pada sidang paripurna pembicaraan tingkat II R-APBD induk tahun 2026, ruas jalan sepanjang 29 kilometer membutuhkan anggaran 90 miliar untuk lapisan sirtu.

Menurut Sherly pembangunan jalan trans Kie Raha merupakan solusi atas minimnya konektivitas langsung menuju ibu kota provinsi yang sudah 26 tahun berdiri, dengan akses jalan darat yang baru, perjalanan dari sofifi ke bandara kobe yang sebelumnya 3 jam lebih, kini kalau jalan Trans Kie Raha jarak tempuh perjalanan hanya satu jam.

Otoritas yang dimiliki Sherly, pada kontek jalan trans kie raha berimplikasi pada penganggaran yang telah di sahkan dalam APBD 2026 di angka yang fantastik sembilan puluh miliar.

Meskipun ada keterbelahan atas kebijakan ini, pada spektrum yang lain bersikap menyetujui hal ini ditunjukan oleh Muhtar Adam dengan menggiring ISNU melaksanakan discourse memberi penguatan terhadap jalan trans kie raha, dengan berbagai alasan.

Alasan yang diberikan Muhtar Adam ketua ISNU Maluku Utara sama persis dengan Sherly Tjoada Laos Gubernur Maluku Utara, yang membedakan hanyalah dengan dibangunnya jalan trans kie Raha, warga yang berada di pulau-pulau terpencil tidak layak huni itu di translokkan menuju jalan trans kie raha.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...