Sherly “Memegang Otoritas”

Sherly Tjuanda sang pemegang otoritas dan memangku otoritas memiliki kedigdayaan, kekuataan, kekuasaan politik, perangkat birokrasi.
Jika dengan otoritas yang dimilikinya itu diperuntukkan untuk kepentingan rakyat secara utuh bukan kepentingan oligarki, bukan kepentingan pengusaha dibalik keputusan-keputusan strategis Sherly itu sama dengan Sherly mengembalikan otoritasnya kepada pemegang otoritas tertinggi yakni dari rakyat oleh rakyat dan untuk rakyat.
Distribusi Otoritas
Suara kritis publik yang di suarakan dalam berbagai platform media sosial, fb, wa, instagram, maupun media cetak dan online kedengarannya sangat keras, tajam hanya pemangku otoritas yang tuli pafahal telinganya untuk mendengar, yang buta tidak dapat melihat padahal matanya dipergunakan untuk melihat, fakta, realitas mirisnya kehidupan sehari-hari rakyat.
Distribusi otoritasnya hanya berdampak pada kepentingan segelintir orang. Dalam kebijakan publik, sebelum terjadi distribusi otoritas, atau kewenangan yang didistribusikan kita patut menganalisis keterlibatan para actor yang bermain, yang mempengaruhi secara langsung maunpun permainan di belakang layar.
Lahirnya sebuah kebijakan publik, pada konteks ini judul tulisan Sherly Memegang Otoritas menemukan revansinya bahwa sherly sang gubernur secara formal melegitimasi dirinya pemegang otoritas dan sekaligus mendistribusikan otoritasnya siapapun tidak dapat menghalanginya.
Kita lihat Sherly dengan kapasitas personalnya, adakah nilai otoritas persuasif dengan kemampuan pengetahuannya, kemampuan narasinya dapat melahirkan ketundukan bawahan dan semua orang yang mengililingi kekuasaan yang dimiliki Sherly.
Baca Halaman Selanjutnya..




Komentar