(Mengasuh Nalar Demokrasi di Masa Non-Tahapan)
Menyemai Benih di Musim Teduh

Sering kali masa non-tahapan diremehkan karena dianggap sunyi dan tidak produktif. Padahal, justru di ruang sunyi inilah fondasi demokrasi dibangun. Jika masa tahapan adalah saat memetik buah, maka non-tahapan adalah masa mengolah dan merawat lahan.
Tanpa pengolahan yang baik, demokrasi akan mudah terserang penyakit laten: rendahnya partisipasi pemilih, maraknya politik uang, hoaks yang masif, hingga polarisasi fanatik yang berlebihan.
Kerja-kerja di masa non-tahapan memiliki sustainability effect yang nyata terhadap penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan berikutnya. Non-tahapan bukanlah ruang kosong yang menganga, melainkan fase evaluasi, konsolidasi, dan investasi jangka panjang.
Salah satu kerja krusial dalam fase ini adalah Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) sebagaimana diatur dalam PKPU Nomor 1 Tahun 2025. Melalui PDPB, KPU memastikan data pemilih tetap akurat, mutakhir, dan terlindungi sesuai dengan dinamika data kependudukan di daerah.
Selain itu, pendidikan pemilih dan sosialisasi kepada masyarakat menjadi instrumen yang tidak boleh terputus. Demokrasi yang sehat tidak lahir dari prosedur formal semata, melainkan dari pemilih yang cerdas dan sadar hak serta tanggung jawab politiknya.
Pendidikan pemilih di masa non-tahapan menjadi ruang strategis untuk membangun kesadaran tersebut secara lebih tenang dan mendalam, tanpa distraksi kepentingan elektoral jangka pendek.
Pada sisi lain, pemutakhiran data partai politik secara berkelanjutan melalui Sistem Informasi Partai Politik (SIPOL) juga menjadi bagian penting dari kerja non-tahapan.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar