Trans Kie Raha, Instrumen Pembangunan Ekonomi Malut: Peluang dan Tantangan

Muhammad Hasnin

Sikap Kritis terhadap Kebijakan

Di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda Laos, Trans Kie Raha patut diapresiasi sebagai langkah berani membangun konektivitas wilayah. Namun, kebijakan ini perlu dibaca secara kritis: infrastruktur tidak otomatis menghadirkan kesejahteraan.

Tanpa strategi penguatan ekonomi lokal, perlindungan UMKM, peningkatan kualitas SDM, serta tata kelola pertambangan yang ketat, Trans Kie Raha berisiko menjadi sekadar jalur efisiensi industri ekstraktif, bukan instrumen transformasi ekonomi daerah.

Trans Kie Raha memiliki potensi besar sebagai penghubung antara aktivitas pertambangan dan pembangunan ekonomi wilayah Maluku Utara. Namun, potensi tersebut hanya akan terwujud apabila pemerintah daerah mampu mengelola dampak positif dan negatifnya secara seimbang.

Jalan ini seharusnya tidak hanya mempercepat pergerakan barang tambang, tetapi juga memperluas kesempatan ekonomi masyarakat.

Di titik inilah keberhasilan Trans Kie Raha tidak diukur dari panjang jalan yang terbangun, melainkan dari sejauh mana ia mampu mengubah struktur ekonomi Maluku Utara menjadi lebih kuat, beragam, dan berkelanjutan. (*)

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...