Trans Kie Raha, Instrumen Pembangunan Ekonomi Malut: Peluang dan Tantangan

Ketiga, meningkatnya mobilitas tenaga kerja antarwilayah. Jalan yang memadai memungkinkan masyarakat mengakses peluang kerja tanpa harus berpindah tempat tinggal secara permanen, sehingga memperkuat ekonomi rumah tangga.
Keempat, dalam jangka menengah dan panjang, aktivitas ekonomi yang meningkat berpotensi memperluas basis pajak daerah dan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Dampak Negatif dan Risiko Ekonomi
Namun, manfaat tersebut tidak datang tanpa risiko. Secara ekonomi, terdapat sejumlah potensi dampak negatif yang harus diantisipasi:
Pertama, terdapat risiko bahwa manfaat ekonomi Trans Kie Raha lebih dominan dirasakan oleh pelaku industri besar, sementara masyarakat lokal hanya memperoleh dampak tidak langsung yang terbatas. Tanpa kebijakan afirmatif, jalan ini berpotensi mempercepat arus modal keluar daerah dibandingkan memperkuat ekonomi lokal.
Kedua, peningkatan konektivitas dapat memicu tekanan kompetisi bagi pelaku usaha lokal. Produk dari luar daerah dengan skala dan efisiensi lebih tinggi dapat dengan mudah masuk dan menekan usaha kecil yang belum siap bersaing.
Ketiga, penguatan akses ke kawasan tambang berpotensi mempercepat eksploitasi sumber daya alam tanpa diimbangi strategi keberlanjutan ekonomi pascatambang. Ketergantungan berlebihan pada sektor ekstraktif dapat menciptakan kerentanan fiskal di masa depan.
Keempat, dari sisi fiskal daerah, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur membutuhkan biaya besar. Jika tidak diimbangi peningkatan kapasitas ekonomi lokal, beban anggaran daerah dapat meningkat tanpa imbal hasil yang sepadan.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar