Kepecaryaan Warga Pelita Terhadap Air Bersih Ahadao dan Sumur Tua Ambatu

Sahib Munawar

Namun kepercayaan masyarakat kampung tidak sampai disitu juga, mereka dengan keyakinan bahwa tuan yang menjaga air tesebut butuh sesajian atau kiriman do’a agar terhindar dari marbahaya.

Maka mereka membuat semacam nasi kunig diatasnya ada telur dan dibawa ke penunggu pohon dan dibacakan do’a. Dengan begitu sebentar air bersih akan mengalir sesuai dengan diharapkan.

Konsep tentang kekuatan supranatural atau entitas gaib sering kali terkait dengan ajaan agama, agama juga memainkan peranan penting dalam mempertahankan kepercayaan pada hal mistis dan tahayul.

Agama juga memainkan peranan legitimasi pada kepercayaan ini melalui naarasi dan cerita tentang kekuatan gaib atau roh-roh tertentu dalam kitab suci atau tradisi retual.

Sumur tua Ambatu yang terdapat di kampung tua ambatu/ warga desa pelita yang sebelumnya menetap di pulau tersebut dan melakukan transisi pada tahun 1976.

Sumur tua memiliki keunikan tersendiri ,tempat ambil air sembahyan/wudhu, selain itu dijadikan kekuatan spritual dan doa dan bermeditasi, airnya segar dan tidak terasa asing, walaupun berdekatan dengan pesisir air laut, dijadikan tempat wisata religi, konong katanya ketika meminum air tesebut dapat menyembuhkan penyakit.

Sumur tua ini memiliki rekam jejak para tokoh ulama/guru tua yakni Habib idrus bin Salim Al-jufri ketika berkunjung di pulau ambatu pada tahun 1963 , pernah mengambil air disumur tersebut dan berwuduh dan sholat, dan cucunya juga ketika menelusuri rekam jejak kakeknya ikut berkunjung di ambatu nama cucunya Syagaf Al jufi.

Warga pelita bebondong-bondong untuk menuju ke kampung tua guna membersihkan sumur tua tersebut dan meminta ke habib syagaf al jufi untuk membacakan doa ke air tersebut lalu dimunum oleh orang kampung, yang menurut kepecayaan agar dijadikan itu penewar dari penyakit.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...