Jalan Panjang Ekosistem Inovasi

Prakoso Bhairawa Putera

Jika ekosistem riset dan inovasi ingin diperkuat, maka pemerataan akses pendidikan berkualitas dan pembangunan pusat inovasi di luar Ternate menjadi agenda strategis.

Di sisi lain, dinamika UMKM dan industri mikro kecil (IMK) juga menunjukkan potensi besar dalam membangun ekonomi berbasis inovasi lokal.

Pada tahun 2023, terdapat 17.338 unit IMK, dan 81,58 persen di antaranya adalah industri makanan dan minuman - sektor yang sebenarnya sangat kaya peluang inovasi produk, sertifikasi mutu, dan pemasaran digital.

IMK ini menyerap 31.190 tenaga kerja, menjadikannya tulang punggung ekonomi domestik yang perlu didorong dengan teknologi tepat guna, riset pascapanen, serta inovasi kemasan dan branding.

Jika riset pangan dan maritim diarahkan untuk mendukung sektor ini, maka nilai tambah lokal dapat meningkat drastis dan menciptakan ketahanan ekonomi yang lebih kuat.

Demikian pula, pada sisi produktivitas tenaga kerja juga menunjukkan dinamika penting. PDRB riil per tenaga kerja naik dari 50,91 juta rupiah (2019) dengan pertumbuhan signifikan di tahun 2021 (13,47 persen) dan 2022 (19,52 persen), yang didorong oleh investasi besar di industri pemurnian nikel.

Namun, pertumbuhan produktivitas berbasis investasi besar acapkali tidak sejalan dengan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal.

Tanpa strategi riset yang diarahkan pada peningkatan kualitas talenta melalui vokasi industri, riset inovasi, dan sertifikasi kompetensi, pertumbuhan produktivitas berpotensi menguntungkan teknologi impor dan tenaga ahli eksternal, bukan masyarakat lokal.

Baca Halaman Selanjutnya..

Selanjutnya 1 2 3 4

Komentar

Loading...