Adakah Ancaman itu?

Alih-alih terorisme dibaliknya pergolakan menguasai kekayaan alam, bencana-bencana kemanusiaan di timur tengah, Afrika menjadi pijakan konflik berkepanjangan, pemerintahan despotik, kebijakan tersandera dalam arus globalisasi, pasar bebas, membentangkan konflik kepentingan amat semakin meluas.
Konflik perang bertalian dengan keterancaman krisis itu hasrat menguasai, eksploitatif seperti sejarah-sejarah Negara bergejolak menandai dorongan hasrat menguasai suatu wilayah dengan membunuh ‘kepala’ pemimpin suatu wilayah, tentu memuadahkan penguasaan wilayah dan sumber daya alam tersebut. (Acemoglu & Robinson, 2014).
Sebagaimana kutukan sumber daya alam (resources curse) kerapkali menimbulkan ketimpangan dan krisis tak berkesudahan, ketimpangan dan krisis menimbulkan diparitas dan kemiskinan, kemerosotan alam, manusia terjadi pula kemerosotan pada institusi politik, ekonomi keterbelakangan merusak akibat kepentingan menguntungkan sepihak memarjinalkan masyarakat dalam area hegemoni.
Ketidakpercayaan pada institusi politik, ekonomi alih-alih keberpihakan menyeluruh namun distrust atas institusi politik, ekonomi seyogyanya merupakan kemunduran keterbelakangan politik. Mengembalikan kepercayaan publik tentu membereskan tatanan nilai secara konstruktif pada arah kemajuan, keselarasan harmoni.
Tatanan Nilai
Ancaman atas bencana tersebut perlahan-lahan mengubah perspektif, eksploitatif atau dorongan hasrat berkuasa mengembalikan pada tatanan nilai sosial, ekonomi. Tatanan sosial sebagaimana membuktikan kepercayaan, pemerataan, demokrasi, pengendalian lingkungan alam atas keamanan dan kemanusiaan.
Tatanan ekonomi, perilaku eksploitasi, kapitalisme, terkendali daripada dorongan menyimpang amat kuat. Penguasaan ekonomi berkeadilan, penguasaan sumber daya alam untuk menyejahterakan secara jiwa dan raga.
Sebagaimana kesejahteraan dari ketersediaan alam pada manusia secara berkeadilan, tatanan social, ekonomi tersebut bertalian erat dengan moral-moral terjaga mengakar kuat sehingga kepentingan hasrat berkuasa tak dapat secara berlebihan untuk mengeksploitasi sehingga bencana menghampiri, adakah ancaman itu ? (*)




Komentar