Kehadiran Bangsa Portugis di Ternate

Akhirnya pada tahun 1522, Portugis membangun benteng (São Paulo/Gamlamo/Kota besar/Kampung besar) yang di dalamnya berisi biara, bahkan rumah sakit dan menjadi pusat pemerintahan bangsa Portugis di Ternate di bawah pemerintahan governor atau gubernur.
Portugis datang di Ternate saat Kesultanan Ternate sudah memeluk agama Islam, tetapi seiring berjalannya waktu Portugis juga menyebarkan misi Jesuit di Ternate termasuk ke dalam keratin (dimana hal semacam ini dilarang di Kesultanan Tidore).
Dan sultan Ternate saat itu yaitu sultan Khairun yang merupakan sosok dengan toleransi tinggi juga mengizinkan misi kekristenan di Ternate hingga membiayai perjalanan misi Jesuit di bawah pimpinan Franciscus Xaverius di Moro.
Awalnya melalui aliansi perdagangan, Namun, hubungan ini berubah menjadi konflik ketika Portugis berusaha memonopoli perdagangan rempah-rempah dan mencampuri urusan internal kesultanan.
Dengan kebaikan dan kemurahan hati Kesultanan Ternate terhadap Portugis setelah bertahun – tahun, akhirnya tercium bau – bau khianat, kecut, serta kemunafikannya dengan berawal dari monopoli rempah:
Membeli dengan harga murah dan menjual hanya kepada Portugis, kemudian mencampuri segala hal ikhwal urusan internal Kedaton, Konflik mencapai puncaknya dengan pembunuhan Sultan Khairun pada tanggal 28 Februari 1570 pasca sehari berunding.
Dengan membuat pakta (perjanjian/persetujuan) damai tak lagi bertikai antara Sultan Khairun dengan Gubernur Diego Lopez de Mesquita di atas Injil dan Al-Qur’an.
Baca Halaman Selanjutnya..



Komentar