Pemda Halmahera Tengah Kenalkan Produk Perikanan dan Perkebunan di APKASI

Jakarta, malutpost.com – Bupati Halmahera Tengah (Halteng), Ikram M. Sangadji (IMS) menghadiri acara Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI).
Apkasi Otonomi Expo: Trade, Tourism, Investment & Procurement dibuka oleh Presiden Prabowo Subianto di Hall 5 dan 6 Indonesia Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai, Kabupaten Tangerang.
Apkasi Otonomi Expo: Trade, Tourism, Investment & Procurement merupakan acara tahunan Apkasi yang diikuti oleh Pemerintah Kabupaten, Provinsi, Kementerian, BUMN, Perusahaan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, dan Perusahaan Swasta Nasional.
Bupati IMS mengatakan, kegiatan Apkasi ini merupakan ajang pameran produk lokal dan produk global dari setiap daerah/kabupaten yang memiliki potensi unggulan.
“Ekspo APKASI merupakan momentum penting untuk mempertemukan produk lokal dan produk global unggulan dari berbagai kabupaten di Indonesia,”ungkapnya.
Melalui kegiatan ini kata IMS, tidak hanya memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat luas, tetapi juga membuka ruang kerja sama dan investasi.
“Pemerintah daerah menghadirkan produk lokal dan produk global sehingga dapat dilihat oleh stakeholder, terutama yang ada di Jakarta, sehingga ada investasi yang masuk ke daerah,” ucapnya.
Menurut IMS, sektor perikanan, di mana laut Halmahera masuk dalam pola perikanan 715, meliputi laut Halmahera dan laut Maluku yang merupakan produk perikanan tangkap tuna, cakalang, dan pelagis kecil lainnya.
“Produk tuna dan produk pelagis lainnya pernah diekspor pada akhir 2023 dari Kabupaten Halmahera Tengah ke Negara Vietnam,” ujarnya.
Dikatakannya, melalui pameran ekspo tahun 2025, pemda Halmahera Tengah menghadirkan produk unggulan ikan tuna sebagai produk andalan untuk investasi ke depan. Pemda Halmahera Tengah juga membuka kerja sama bagi para investor perikanan.
Bidang perkebunan, khususnya komoditas pala dan cengkeh, merupakan varietas lokal terbaik yang dimiliki daerah. Dengan pengelolaan yang tepat, kedua komoditas ini mampu bersaing dan menjadikan pasar ekspor yang bernilai tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pada Ekspo Apkasi 2025, sektor unggulan Halteng adalah perikanan dan perkebunan harus menjadi hilirisasi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.
“Dengan adanya hilirisasi, maka ada nilai tambah yang sangat baik, terutama bidang perikanan yang sudah melakukan ekspor di beberapa negara,” jelas Ikram.
“Pemerintah daerah bekerja keras untuk mencari solusi sektor perikanan di mana aspek transportasi, sistem rantai pasok, dan logistik yang mahal menjadi kendala. Sehingga pemerintah daerah mencari alternatif lain agar ekspor perikanan dapat berkelanjutan,” ungkapnya.
Ke depan, Bandara Cekel akan dikomersialkan, maka pemasaran produk tuna dan cakalang bisa diekspor ke negara-negara Asia lainnya.
“Target Pemda Halteng paling tidak bisa diekspor ke China, di mana pasaran (market) China lebih terbuka, berbeda dengan standar negara Eropa lainnya,” tutupnya. (pn/tir)
Komentar