(Menelitik Dinamika Konferensi HMI Cabang Ternate)
Upaya Mewujudkan Mission HMI

Konferensi HMI Cabang Ternate, misalnya, memiliki peluang besar untuk tidak hanya mencetak kader berintegritas, tetapi juga melahirkan program kerja yang relevan dengan tantangan lokal maupun global.
2. Tantangan Internal dan Eksternal
HMI Cabang Ternate, sebagai bagian dari organisasi yang lahir untuk merawat nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, menghadapi tantangan yang kompleks di era modern. Secara filosofis, tantangan ini dapat didekati melalui dialektika antara aspek internal dan eksternal yang membentuk dinamika organisasi.
Dalam tataran internal, HMI dihadapkan pada pertanyaan fundamental tentang keberlanjutan identitas dan esensi perjuangan organisasi. Tantangan ini mencakup:
a. Krisis Kaderisasi: Filosofisnya, kaderisasi adalah jiwa organisasi. Namun, penguatan moral dan intelektual kader sering kali terganjal oleh pragmatisme. Tantangan ini memunculkan dilema antara menjaga idealisme perjuangan dan merespons realitas.
b. Disorientasi Nilai: Perubahan zaman sering kali mengguncang akar nilai-nilai dasar HMI. Di tengah derasnya arus modernitas dan materialisme, organisasi perlu mempertanyakan kembali makna "insan cita" sebagai landasan spiritual dan intelektual.
c. Fragmentasi Internal: Perbedaan ideologi di antara anggota menciptakan polarisasi. Filosofisnya, ini mencerminkan benturan antara kepentingan kolektif dan egoisme individu, yang menguji kapasitas organisasi untuk mengelola keragaman.
Baca Halaman Selanjutnya..
Komentar