Cerita Korban Selamat Banjir Bandang di Ternate, Nyaris Tenggelam Dalam Lumpur: Saya Pikir Tsunami

Setelah mereka semua terkumpul di ruang tengah, lanjut dia, ia kemudian menuju pintu depan, di sana Haris mengaku terkejut melihat semua pohon pisang yang ada di depan rumahnya sudah tumbang, sementara gemuruh batu besar yang terbawa banjir membuat situasi makin kacau.
Ia lantas berbalik arah membawa istri dan ponakannya melewati pintu belakang. Namun mereka dibuat terkejut, sebab lumpur dan batu sudah mengepung rumah mereka.
Tak ada pilihan lain, Haris memberanikan diri dengan mencebur ke dalam lumpur yang sudah setinggi pinggangnya dengan membawa ponakannya lalu kembali membantu cucu serta istrinya.
“Setelah kita berhasil sampai di jalan, ada tetangga yang langsung evakuasi mereka ke puskesmas menggunakan mobil di waktu subuh itu,”lanjut Haris.
Lapat-lapat ia mendengar suara minta tolong dari berbagai arah. Karena itu, dirinya bersama beberapa warga lainnya mencari orang-orang yang masih terjebak dalam rumah. Salah satu korban yang berhasil mereka evakuasi ialah Dewi Husen bersama tiga anaknya.
“Tiga anak Dewi ini diselamatkan lewat plafon rumah, suami dia lepas atap rumah baru keluarkan mereka dari situ, sementara Dewi itu terjepit dengan kursi tapi berhasil dievakuasi,”tambah Haris.
Setelah hari terang, lanjut Haris, ia kembali ke rumah. Di sana, ia melihat dua batu besar berada tepat di depan pintu rumahnya. “Allah masih sayang sekali dengan saya dan keluarga, karena saya lihat batu besar itu seperti menghalangi lumpur masuk ke dalam rumah saya,”papar Haris dengan suara parau. (one)
Komentar