1. Beranda
  2. Hukum & Kriminal

Nama Kompol Haris Dicatut, Pelaku Diduga Minta Uang Lewat WhatsApp

Oleh ,

Ternate, malutpost.com - Kasubdit III Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara (Malut), Kompol Haris Akhmat Basuki, mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai aksi penipuan yang mencatut namanya.

Aksi tersebut diduga dilakukan oknum tidak bertanggung jawab dengan memanfaatkan momentum mutasi atau promosi jabatan Kompol Haris yang kini dipercaya sebagai Kasubdit IV Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Malut.

Pelaku menghubungi sejumlah pihak melalui aplikasi WhatsApp dengan mengaku sebagai Kompol Haris. Dalam aksinya, pelaku menggunakan jabatan barunya tersebut untuk meminta sejumlah uang atau keuntungan pribadi.

Kompol Haris mengatakan, dirinya perlu memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar di masyarakat mengenai aksi pencatutan nama tersebut.

“Saya mengklarifikasi perihal berita yang beredar di masyarakat. Ada oknum atau terduga pelaku yang memanfaatkan momentum perpindahan mutasi jabatan saya dan mengaku sebagai Kompol Haris, dengan modus menyampaikan WhatsApp kepada pihak-pihak terkait untuk meminta, mendapatkan, atau menikmati sesuatu keuntungan,” kata Kompol Haris, Kamis (10/9/2026).

Menurutnya, sasaran aksi tersebut berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku usaha, badan usaha, instansi, hingga pihak-pihak lain yang memiliki keterkaitan dengan dirinya.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada laporan resmi dari pihak yang mengaku menjadi korban dan mengalami kerugian secara materiil.

“Sampai saat ini belum terdeteksi pihak-pihak yang melaporkan menjadi korban,” tegasnya.

Kompol Haris menambahkan, pihaknya saat ini telah melakukan penyelidikan untuk melacak keberadaan dan identitas pelaku.

Karena itu, dia mengimbau masyarakat, khususnya pelaku usaha dan para relasinya, agar tidak mudah percaya apabila menerima pesan atau permintaan dari nomor yang tidak dikenal dan mengatasnamakan dirinya.

“Kepada pihak-pihak yang telah atau merasa dihubungi, untuk waspada dan hati-hati, tidak menggubris. Saya hanya memiliki satu nomor handphone saja yang tidak saya gunakan seperti yang beredar,” pungkasnya. (one)

Baca Juga