1. Beranda
  2. Maluku Utara

Sherly Turun Langsung Serahkan Kunci RTLH 2026, Pengawasan Jadi Penekanan

Oleh ,

Ternate, malutpost.com -- Warga Kelurahan Tubo, Kota Ternate, menerima bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) tahun 2026 dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Penyerahan kunci rumah dilakukan langsung Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, didampingi Ketua Umum TP PKK, Tri Suswati Tito Karnavian dan Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara Rusni Sarbin, Rabu (2/9/2026).

Sherly menegaskan, setiap rumah yang dibangun melalui program tersebut harus memenuhi persyaratan teknis dan standar kelayakan tempat tinggal. Untuk memastikan hal itu, pengawasan dilakukan sejak proses pembangunan berlangsung.

"Kami memastikan kualitas bangunan tetap terjaga. Pemprov juga menugaskan tim pengawas yang akan memantau langsung dan melaporkan hasil pembangunan secara terintegrasi melalui aplikasi," tegas Sherly.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Maluku Utara, Musyrifah Alhadar, mengatakan proses pembangunan RTLH tahun 2026 sejauh ini tidak mengalami kendala berarti.

Musyrifah optimistis program tersebut dapat berjalan dengan baik karena pembangunan dilakukan secara swadaya oleh masyarakat penerima bantuan, bukan melalui sistem borongan atau kontrak.

"Dan saya sih optimis karena tiap rumah dikerjakan oleh masing-masing. Ini kan bukan borongan atau kontrak. Ini diberikan kepada masyarakat secara swadaya. Program ini program berbasis swadaya masyarakat," jelas Musyrifah.

Ia menjelaskan, dari program RTLH tersebut, pembangunan rumah baru hanya mencakup sekitar 150 unit. Sementara jumlah terbanyak merupakan peningkatan atau rehabilitasi rumah yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga.

"Untuk pembangunan baru mungkin yang memakan waktu banyak itu unitnya hanya 150. Yang terbanyak kan peningkatan atau rehab-rehab. Kalau rehab-rehab ini tergantung dari kebutuhan masing-masing keluarga tentang rumahnya yang perlu kita perbaiki," ujarnya.

Menurutnya, bentuk rehabilitasi juga disesuaikan dengan kondisi rumah penerima bantuan. Perbaikan tidak selalu dilakukan secara menyeluruh, melainkan dapat difokuskan pada bagian rumah yang membutuhkan penanganan.

"Mungkin hanya perbaiki atap sengnya saja, atau mungkin rumah itu sudah jadi tapi belum plester, atau rumah itu butuh dapur, kita bangunkan dapur," pungkasnya. (nar)

Baca Juga