Oknum Karyawan Kredit Plus di Kota Ternate Dipolisikan Atas Dugaan Penipuan, Puluhan Orang jadi Korban
Ternate, malutpost.com - Sejumlah remaja di Kota Ternate, Maluku Utara mengaku menjadi korban penipuan oleh oknum karyawan PT KB Finansia Multi Finance Kredit Plus yang beralamat di Kelurahan Jati, Ternate Selatan.
Para korban mengaku bahwa Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka digunakan oleh pelaku untuk melakukan kredit barang elektronik di perusahaan Kredit Plus tempat pelaku bekerja.
Informasi dihimpun malutpost.com, ada enam remaja yang menjadi korban atas aksi karyawan di perusahaan pembiayaan tersebut:
Berikut keterangan dari 6 korban:
- MRU alias Riski (22 tahun). KTP nya diduga digunakan oleh pelaku untuk kredit handphone merek iPhone 14 dengan harga Rp8 juta. Angsuran per bulan Rp1 juta, selama satu tahun.
- N alias Jana (21 tahun). KTP nya diduga digunakan untuk kredit Hp iPhone 17 seharga Rp17.249.000. Angsuran per bulan Rp1.500.000. Kemuian mesin cuci seharga Rp 3juta. Angsuran per bulan Rp300.000, sudah setor 1 bulan, tersisa 9 bulan.
- A alias Aldo (23 tahun). KTP diduga dipakai untuk kredit iPhone 15 biasa harga Rp12.700.000. Angsuran per bulan Rp1.300.000 sudah setor 1 bulan angsuran selama 1 tahun.
- G alias Galang (23 tahun). KTP nya diduga dipakai untuk pinjaman ViVo V70 harga Rp7 juta. Angsuran per bulan Rp922.000 setor sudah 1 bulan angsuran selama 1 tahun.
- D alias Dafri (23 tahun). KTP nya diduga dipakai untuk kredit HP ViVo V70 seharga Rp7 juta. Angsuran per bulan Rp1.289.000, sudah setor 1 bulan angsuran selama 9 bulan.
Para korban secara resmi melaporkan masalah ini ke Polres Ternate dengan nomor: B/385/VII/Res Ternate. 1.11/2026/Reskrim tertanggal 10 Juni 2026 melalui pelapor MRU alias Riski.
Sementara terlapor atau terduga pelaku dalam laporan polisi ke Polres Ternate itu tercatat berjumlah tiga orang, masing-masing berinisial IS, WR dan WOL.
Korban MRU alias Riski, saat dikonfirmasi wartawan mengaku, kasus ini bermula saat ia diperkenalkan oleh seorang kerabatnya ke oknum karyawan tersebut. Setelah itu, ia meminjamkan KTP nya ke karyawan tersebut karena mendapat bayaran atau bonus uang.
“Jadi ini juga dialami korban lain dengan bonus yang sama. Kami mendapat bayaran dengan nominal yang bervariatif, mulai dari Rp200 ribu sampai Rp500 ribu,” ujarnya, Kamis (16/7/2026).
Pelaku kemudian menggunakan KTP MRU untuk melakukan kredit handphone di Kredit Plus tempat ia bekerja dengan jaminan pelaku akan melakukan pembayaran angsuran per bulan.
Namun di tanggal jatuh tempo pembayaran, pelaku tidak melakukan pembayaran kredit. Rupanya itu merupakan modus pelaku untuk melakukan penipuan terhadap korban MRU.
MRU mengaku sempat didatangi sejumlah depkolektor untuk menagih pembayaran angsuran.
“Kenapa kami yakin untuk meminjamkan KTP, (ke oknum karyawan) karena yang bersangkutan karyawan aktif di Kredit Plus, selain itu kami juga mendapat bayaran, mulai dari Rp200 hingga Rp500 ribu,” jelas MRU.
Menurutnya, pelaku juga mengaku akan membayar angsuran kredit di setiap bulannya.
“Tidak perlu takut, kami yang nantinya bayar angsuran per bulan. KTP ini aman, jadi tidak usah takut. Pelaku ini bilang dia adalah karyawan aktif Kredit Plus. Depkolektor tidak akan datang menagih nanti,” tutur MRU meniru pernyataan pelaku.
“Saya sempat tanya (ke depkolektor) tunggakan sudah berapa lama, mereka bilang baru satu bulan. Dari situ kami mulai cari pelaku. Kami sudah hubungi melalui chat dan telepon ke pelaku akan tapi tidak direspons sehingga kami ambil langkah lapor ke Polres Ternate,” tegasnya.
Menurur MRU, berdasarkan laporan resmi yang diajukan ke polisi, korban diketahui berjumlah 35 orang. Tetapi kemudian diketahui keseluruhan korban berjumlah 66 orang. Para korban ini bahkan sudah terkumpul dalam WhatsApp grup.
Mereka berharap kasus ini segera diproses oleh Polres Ternate demi keamanan dan nama baik.
"Kami sudah dipanggil oleh penyidik untuk dimintai keterangan,” tandas MRU.
Terpisah Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Bakry Syahruddin, saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan terkait kasus dugaan penipuan tersebut. Saat ini penyidik masih melakukan penyelidikan.
“Sekarang kita masih lidik dan sudah ada beberapa yang kita panggil untuk diperiksa sebagai saksi,” tandas Bakry. (one)