1. Beranda
  2. Opini

Ratu yang Bersujud

Oleh ,

Oleh: Salim Taib
(Dosen Unutara dan Mahasiswa S3 IAIN Ternate)

Ratu gelar bagi pemimpin perempuan yang memegang kekuasaan tertinggi di kerajaan (Raja Wanita) secara umum ratu juga sering disematkan pada wanita yang menonjol, dihormati.

Sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Ratu dearitkan;
1. Raja Wanita, permaisuri,
2. Wanita pemenang perlombaan yang menyangkut kegiatan khas kewanitaan (seperti dalam perlombaan memakai kebaya),
3. Wanita yang paling menonjol dalam bidangnya,
4. Tokoh yang diharapkan (diidealkan) menjadi pembebas dari kesengsaraan.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Selasa, 19 Mei 2026

Ratu yang bersujud, pilihan judul tulisan ini terinspirasi dari sebuah novel karangan Mahdavi, tidak bermaksud menyandingkan isi cerita dari buku novel Mahdevi yang mengangkat cerita tentang seorang wanita bernama Charlotte dengan sang Ratu yang bertahta di puncak Gosale.

Charlotte sebagai tokoh utama dalam cerita novel tersebut adalah wanita blesteran Indo-Jerman yang aktif membuat gerakan perlawanan terhadap kekuasaan kaum Adam di dunia Timur dan Barat.

Charlotte dan kelompoknya menuntut kesetaraan perempuan tanpa bias gender gender. Namun sifat idealism Charlotte akan mematahkan pikiran dan gerakannya sendiri.

Sebaliknya, Lale Sabitoglu, sepupu Charlotte adalah wanita muslimah dari Indonesia yang membawa kaum wanita pada derajatnya di mata Islam. Ia mampu menjawab segala keraguan semua orang termasuk Charlotte tentang Islam dengan kepandaian dan kelembutan sikapnya.

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga