Wagub Malut Lantik Pengurus TP PKK 2025-2030, Tekankan Peran Strategis Keluarga
Sofifi, malutpost.com -- Wakil Gubernur (Wagub) Maluku Utara (Malut), Sarbin Sehe, resmi mengukuhkan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Maluku Utara sekaligus melantik jajaran pengurus masa bakti 2025-2030, Jumat (8/5/2026).
Prosesi pelantikan berlangsung di Halmahera Ballroom Muara Hotel tersebut, berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Maluku Utara Nomor 311.2/KPTS/MU/2025 tertanggal 10 Maret 2025. Dalam susunan kepengurusan tersebut, Ny. Rusni Sarbi dikukuhkan sebagai Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara, didampingi Hairia sebagai sekretaris dan Ade Irma Suryani sebagai bendahara.
Wakil Gubernur Sarbin Sehe menegaskan, bahwa PKK merupakan organisasi perempuan terbesar yang memiliki struktur hingga ke tingkat bawah dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. Karena itu, PKK diharapkan mampu mengambil peran penting dalam menjaga ketahanan keluarga di tengah berbagai tantangan sosial saat ini.
"PKK dan Dharma Wanita harus benar-benar berperan dalam menjaga aspek keluarga. Tantangan keluarga saat ini luar biasa besar. Meskipun regulasi sudah banyak, kita masih menyaksikan kekerasan terhadap perempuan masih terjadi," kata Sarbin dalam sambutannya.
Menurutnya, kesejahteraan bangsa sangat ditentukan oleh kondisi keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat. Ia meminta agar program-program PKK tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi persoalan masyarakat.
Sarbin juga mendorong TP PKK untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai organisasi perempuan dan keagamaan seperti Muslimat, Aisyiyah, dan Fatayat dalam upaya pemberdayaan keluarga dan masyarakat.
Sementara itu, Ketua TP PKK Provinsi Maluku Utara, Hj. Rusni Conoras, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara terhadap program-program PKK. Ia menegaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan amanat dari Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 36 Tahun 2020.
Rusni menjelaskan, kepengurusan TP PKK periode 2025-2030 turut melibatkan kaum laki-laki sebagai bagian dari semangat inklusivitas dan profesionalisme organisasi.
"PKK bukan sekadar organisasi seremonial. Kami adalah mitra pemerintah untuk menuntaskan persoalan pendidikan, kesehatan, revitalisasi posyandu, hingga ketahanan pangan. Kuncinya adalah kekompakan dan komitmen," tegas Rusni.
Ia juga mengajak seluruh pengurus bekerja dengan penuh keikhlasan demi memberikan manfaat bagi masyarakat, meski tanpa honorarium. Selain itu, Rusni meminta dukungan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar aktif bersinergi dengan TP PKK dalam menjalankan program pemberdayaan masyarakat.
"Kehadiran bapak pembina hari ini diharapkan menjadi penguat bagi pimpinan OPD untuk merespons cepat keluhan masyarakat melalui kemitraan dengan PKK," pungkasnya. (nar)