Industri dan Masa Depan Ilmu Sosial
Oleh: Herman Oesman
(Dosen Sosiologi FISIP UMMU)
"...masa depan tidak hanya milik mereka yang menguasai teknologi, tetapi juga mereka yang mampu memahami manusia..."
Perkembangan industri global yang ditandai Revolusi Industri 4.0 hingga Society 5.0 telah mengubah lanskap pendidikan tinggi secara fundamental.
Dengan realitas itu, perguruan tinggi tidak lagi sekadar menjadi ruang produksi pengetahuan, tetapi juga dipaksa menjadi mesin penyedia tenaga kerja yang “siap pakai” bagi industri.
Dari konteks ini, muncul wacana yang makin menguat, program studi yang tidak relevan dengan kebutuhan industri masa depan akan ditutup. Pertanyaannya, di mana posisi ilmu sosial dalam arus besar ini?
Transformasi Pendidikan
Revolusi Industri 4.0 ditandai oleh integrasi teknologi digital, kecerdasan buatan (AI), big data, dan otomatisasi dalam berbagai sektor kehidupan.
Transformasi ini tidak hanya mengubah dunia kerja, tetapi juga menggeser orientasi pendidikan tinggi. Pendidikan kini diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang adaptif, inovatif, dan memiliki keterampilan teknis yang sesuai dengan kebutuhan industri.
Pada konteks Indonesia, perubahan ini mendorong institusi pendidikan untuk melakukan penyesuaian kurikulum, metode pembelajaran, hingga orientasi lulusan.
Baca Halaman Selanjutnya..