1. Beranda
  2. Maluku Utara

KPU Malut Resmi Berkedudukan di Sofifi, Gubernur Janji Kucurkan Anggaran untuk Fasilitas

Oleh ,

Sofifi, malutpost.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Maluku Utara resmi berkantor di ibu kota provinsi, Sofifi.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh operasional KPU melalui alokasi anggaran, baik dalam APBD Perubahan maupun APBD Induk tahun 2027.

"Bahwa di tengah tekanan TKD yang ada kita di Maluku Utara secara terus-menerus meningkatkan PAD kita. Jadi akan kita carikan solusi mungkin tidak di perubahan APBD atau di APBD 2027 kita rapikan lapangan parkir kemudian interior yang lebih nyaman," ungkap Sherly, Selasa (21/4/2026).

Anggaran tersebut akan digunakan untuk penataan fasilitas kantor, mulai dari lapangan parkir, interior ruang kerja komisioner, hingga ruang pendaftaran calon anggota legislatif (caleg).

Gubernur Sherly juga memberikan apresiasi kepada KPU Malut. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk ketaatan terhadap konstitusi sekaligus upaya memperkuat posisi Sofifi sebagai ibu kota provinsi.

"Hari ini adalah hari bersejarah. Akhirnya KPU Provinsi Maluku Utara mengaktifkan tata kelola administrasinya secara resmi di Sofifi. Saya sangat mengapresiasi komitmen KPU dalam memajukan ibu kota kita," ujarnya.

Gubernur juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi akan terus mendukung kelancaran kerja penyelenggara pemilu, termasuk melalui penyediaan infrastruktur penunjang.

Selain itu, Sherly juga mengatakan bahwa di atas lahan seluas 1,8 hektare milik KPU Maluku Utara, direncanakan pembangunan rumah dinas bagi komisioner dan staf.

Selain itu, pemerintah juga membuka peluang investasi hunian melalui program subsidi tiga juta rumah dari pemerintah pusat serta kerja sama dengan perbankan untuk pembangunan rumah tipe 45 dan 60.

"Investasi di Sofifi sangat penting karena kota ini akan terus tumbuh. Tahun depan akses jalan menuju bandara di kawasan IWIP akan rampung, dan jalan Trans Kie Raha sedang dibangun. Sofifi harus menjadi ibu kota dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia," tegasnya.

Dalam konteks demokrasi, Gubernur Sherly menekankan bahwa target Pemilu 2029 bukan hanya sukses secara administratif, tetapi juga menghasilkan kepercayaan publik. Ia pun mengapresiasi kinerja KPU dan Bawaslu yang dinilai berhasil menekan potensi konflik pada Pilkada 2024.

"Dulu Maluku Utara dikenal sebagai zona merah konflik pasca-pemilu. Namun pada 2024, berkat komitmen kuat KPU dan Bawaslu, konflik bisa diredam. Ke depan, fokus kami adalah konektivitas infrastruktur agar pemerataan ekonomi dapat terwujud," jelasnya.

Sementara itu, Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin, mengaku terkesan dengan fasilitas kantor KPU Maluku Utara di Sofifi yang dinilai representatif dan luas.

"Alhamdulillah, atas tekad kuat para komisioner, hari ini KPU Malut resmi pindah ke Sofifi. Kantor yang bagus akan membuat kerja menjadi tenang. Kami berterima kasih atas dukungan Ibu Gubernur terhadap pengembangan fasilitas ke depan," ujarnya.

Acara peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti Aula Pertemuan KPU Maluku Utara oleh Ketua KPU RI, didampingi Ketua Komisi II DPR RI, Gubernur Maluku Utara, serta jajaran pejabat KPU RI.

Sebagai simbol komitmen terhadap demokrasi yang berkelanjutan, juga dirangkaikan dengan penanaman "Pohon Demokrasi" di halaman kantor KPU Maluku Utara. (nar)

Baca Juga