Jemaah Bertanya, Ustad Menjawab
Apakah Nilai Puasa Ramadan Bisa Menjadi Landasan Etika Sosial Sepanjang Tahun? Ini Penjelasannya
Pertanyaan:
Assalamualaikum Ustad. Dalam konteks masyarakat modern, bagaimana memastikan nilai Ramadan tidak berhenti sebagai tradisi tahunan, tetapi menjadi fondasi etika sepanjang tahun? Mohon penjelasannya, terima kasih.
Jawaban:
Ma syaa Allah pertanyaan bagus yang berangkat dari keinginan untuk tetap menjaga etika puasa dan agar Ramadan tidak sekadar menjadi "jeda spiritual" atau tradisi tahunan yang menguap begitu Idulfitri tiba, untuk itu kita perlu melakukan transformasi dari kesalehan ritual menjadi etika sistemik.
Berikut adalah langkah-langkah yang ustadz rekomendasikan agar dapat menjadikan nilai ibadah Ramadan sebagai fondasi etika sepanjang tahun:
- Transformasikan "Lapar" menjadi "Audit Empati"
Agar lapar selama Ramadan menjadi etika sepanjang tahun, rasa lapar tersebut harus kita ubah menjadi instrumen audit terhadap gaya hidup dan kebijakan sosial kita.
Jadikanlah pengalaman lapar selama Ramadan untuk mempertanyakan ketimpangan di sekitar kita. Misalnya, jika kita sanggup menahan makan 13 jam, mengapa kita seringkali tidak sanggup "menahan diri" dari konsumsi berlebihan atau eksploitasi terhadap orang lain sepanjang tahun?
Oleh karenanya self-restraint (pengendalian diri) perlu kita jadikan sebagai filter dalam mengambil keputusan ekonomi dan profesional.
Baca Halaman Selanjutnya..