Peluncuran 4 Buku ICMI Maluku Utara: Merawat Ingatan, Menyusun Masa Depan
Oleh: Marjorie Amal
Prolog:
Filsuf Perancis abad-20 Rene Guenon, dalam kajiannya tentang “Crisis of Modern World” (1946), menjelaskan tentang kekisruhan dunia modern yang menjadikan kuantitas dan materialisme modern sebagai ukuran kemajuan sebuah peradaban modernitas.
Menurutnya pengetahuan, kata diidentikkan dengan terra-byte data, sesungguhnya adalah ilusi. Ketika kita meninggalkan masa lalu, yang justeru memiliki kekayaan spiritualisme dan wisdom, maka tejadilah kelaparan intelektual dan kemiskinan kebijaksanaan.
Bahwa akumulasi kemajuan peradaban yang hanya diukur dari kemajuan teknologi semata, dengan mengutamakan aspek kuantitas dan materialisme, adalah sesuatu yang nisbi menurut Guenon.
Dan terjadilah alienasi pada diri manusia itu sendiri, karena hal tersebut juga telah mengikis pemahaman kosmos serta pengabaian atas ekologi, disebabkan ditinggalkannya tradisi yang kaya akan kesadaran kosmos.
Bahwa menolak masa lalu, lalu memilih memuja materialisme yang miskin dimensi spiritualitas kosmologis, terjadi ketika kita kehilangan koneksi dan akses terhadap masa lalu itu sendiri. Menurut Geunon ini adalah tragedi.
Empat Buku yg membahas Maluku Utara ini, seakan hadir untuk mencegah terjebaknya peradaban manusia dari tragedi, sebagaimana yang diungkapkan filsuf Rene Geunon diatas.
Buya HAMKA dalam “Dari Perbendaharaan Lama, Menyingkap Sejarah Islam di Nusantara” (2022), menyatakan membaca sejarah nenek moyang adalah satu hal yang meninggalkan kesan yang mendalam di jiwa kita, apalagi jika membacanya dengan rasa cinta.
Baca Halaman Selanjutnya..