1. Beranda
  2. Opini

Kepecaryaan Warga Pelita Terhadap Air Bersih Ahadao dan Sumur Tua Ambatu

Oleh ,

Oleh: Sahib Munawar, S.Pd.I,. M.Pd
(Akademisi ,Pegiat Filsafat dan literasi Maluku Utara)

Kepercayaan masyarakat tehadap hal-hal yang mistik sudah menjadi budaya sejak zaman nenek moyang kita, baik itu disebut dengan istilah mitos, gaib dalam bahasa agama atau kepercayaan anamisme dan dinamisme.

Kepecayaan mistik,atau gaib dimasyarakat akan adanya kekuatan supernatural atau spiritual yang melampui pemahaman rasional manusia, kepercayaan akan adanya roh atau etentitas gaib, dan sejenisnya.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Rabu, 17 Desember 2025

Sedangkan tahayul adalah kepercayaan akan kekuatan mistik tertentu, seperti sial dan keberentungan atau tindakan tindakan tertentu yang dianggap oleh masyarakat membawa kesialan atau keberentungan.

Keyakinan pada mistis dan tahayul sering dipengaruhi oleh warisan budaya dan tradisi yang berlangsung dari nenek moyang sejak zaman dulu sampai saat ini. Kepercayaan mistis dan tahayul memberikan rasa kontrol dan kepastian dalam setuasi yang tidak memungkinkan.

Beberapa individu mungkin juga mengalami pengalaman pribadi yang mereka eksperesikan sebagai bukti akan keberadaan hal-hal mistis, seperti mimpi atau perasaan yang itu memperkuaat keyakinan.

Kepercayaan pada hal mistis dan tahayul masih sangat kuat di masyarakat, terutama masyarakat desa pelita mandioli utara tempat saya tinggal.

Baca juga: Menelusuri Peradaban yang Hilang di Kampung Tua Ambatu

Dimana kepercayaan pada hal-hal gaib, seperti suwanggi atau tempat yang ada tuan dan penjaga, misalnya Air bersih di Ahadao yang menjadi mata air yang dimana menurut kepercayaan masyarakat desa pelita bahwa di mata air ahadao memiliki tuan atau penjaga yang menjaga air tersebut.

Air Ahadao sebagai mata air dan sumber kehidupan masyarakat desa pelita yang terletak di pedalaman hutan mangrov di belakang desa pelita jaraknya sekitar 3 kilo dari perjalanan ke tempat tersebut.

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga