Jawa Pos adalah Monster

Lebih mengejutkan lagi ketika dua hari yang lalu (Selasa 7/7) Dahlan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggelapan dan pemalsuan surat. Adalah sang monster Jawa Pos yang melaporkan Dahlan ke polisi. Konflik yang semula tersembunyi sekarang meledak ke permukaan.
Dalam perspektif ekonomi politik media Jawa Pos menjadi monster raksasa setelah melewati tiga fase, yaitu komodifikasi, spasialisasi, dan strukturasi.
Baca Juga: Dahlan Iskan Pernah Bayangkan Dimakamkan di Jawa Pos
Tiga fase itu bisa digambarkan sebagai ‘’Fase Kembang Jepun’’ periode 1980-1990. Fase spasialisasi adalah ‘’Fase Karah Agung’’, periode 1990-2000, dan fase strukturasi mewakili ‘’Fase Graha Pena’’, sampai sekarang.
Komodifikasi adalah proses perubahan dari barang yang berfungsi sosial menjadi barang komoditas yang bernilai komersial. Ada tiga jenis komodifikasi, yaitu komodifikasi konten, komodifikasi khalayak, dan komodifikasi tenaga kerja.
Komodifikasi konten berkaitan dengan konten media yang cocok dijual di pasaran karena sesuai dengan selera pasar. Komodifikasi khalayak berhubungan dengan rating yang didapat dari konten media.
Rating itu kemudian dijual kepada pengiklan dengan imbalan finansial sesuai dengan jumlah khalayak yang menjadi pembaca dan pelanggan.
Dahlan berhasil memformulasikan jurnalisme bertutur ala Tempo dengan selera orang Jawa Timur, dan Jawa Pos pun melesat bak meteor.
Baca Halaman Selanjutnya..
Komentar