1. Beranda
  2. Opini

Surat Untuk Presiden, Dua Tahun Presiden Prabowo, Satu Permintaan Kami: Kawasan Industri Rempah Moloku Kie Raha

Oleh ,

Oleh: Mukhtar A. Adam
(Om Pala)

“Kami menyaksikan di layar media sosial saat triliunan rupiah investasi mengalir, tetapi petani kelapa, pemetik cengkeh, dan nelayan menanti kapan kesejahteraan negeri ini benar-benar sampai kepada kami.”

Di Tanah yang Kaya, di Rumah yang Miskin

Dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto menandai babak penting perjalanan transformasi ekonomi. Negara bergerak memperkuat ketahanan nasional melalui industrialisasi, hilirisasi sumber daya alam, ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, pembangunan mutu modal manusia, dan penguatan investasi.

Negara sedang berupaya meninggalkan posisinya sebagai pengekspor bahan mentah untuk menjadi negara yang menguasai nilai tambah produk. Sebuah arah pembangunan yang patut diapresiasi, karena bangsa besar tidak selalu menggantungkan kemakmurnya pada kekayaan alam yang dijual tanpa pengolahan.

Baca di: Koran digital Malut Post edisi Kamis, 22 Oktober 2026

Dua tahun terakhir, laporan perkembangan investasi nasional mencapai Rp3.923 triliun. Di tengah tekanan ekonomi global, ketidakpastian, dan kompetisi antarnegara, aliran gelombang investasi tersebut membuat Maluku Utara tampil mengambil bagian sebagai wilayah investasi yang berada pada posisi penting dalam peta industrialisasi nasional.

Moloku Kie Raha, sebagai mesin ekonomi global pada zamannya, melalui perkebunan cengkeh telah mengubah arah perdagangan global.

Perkebunan kelapa yang membebaskan Irian Barat, industri kayu yang menyumbang PDB nasional, perikanan, dan pulau-pulau kecil sebagai wujud negara kepulauan, kini mengalami perubahan struktur ekonomi yang mendasar. Pertumbuhan dan industri pengolahan, khususnya berbasis nikel, menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi regional.

Di kawasan industri IWIP Lelief–Halmahera Tengah, investasi industri pengolahan mineral memperlihatkan bagaimana Maluku Utara telah masuk ke dalam jaringan produksi global.

Rangkaian proyek hilirisasi dan ekosistem baterai dengan nilai investasi yang diberikan mencapai ratusan triliun rupiah memperkuat posisi kawasan ini dalam rantai pasok industri masa depan.

Baca Halaman Selanjutnya..

Baca Juga