Kemarau Panjang Tak Menghentikan Air di Madak: Warga dan PLN Jaga Warisan untuk Anak Cucu
Seram Bagian Timur, malutpost.com - Kemarau panjang membuat banyak kampung di Kabupaten Seram Bagian Timur menatap sungai yang menyusut dan sumber air yang terasa kian jauh. Namun di Desa Madak, Kecamatan Teluk Waru, kemarau tahun ini terasa berbeda. Air bersih mengalir langsung ke rumah-rumah warga.
Perbedaan itu dirasakan betul oleh Husein Ailatat, Pejabat Negeri Madak. Ia mengingat bagaimana selama ini warga harus mencari air ke sungai dan kawasan pegunungan, menempuh jarak sekitar dua hingga tiga kilometer. Perjalanan itu menguras waktu dan tenaga, sementara sebagian warga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa orang yang mengambilkan air.
“Kini, air bersih bisa diakses lebih mudah, lebih dekat, dan lebih terjangkau,” tutur Husein, menggambarkan perubahan yang dirasakan warganya. Tidak ada lagi biaya tambahan untuk mengambil air, tidak ada lagi waktu dan tenaga yang habis di jalan menuju sungai atau pegunungan.
Air itu hadir lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Maluku dan Papua (UIP MPA). Melalui jaringan distribusi yang dibangun, sekitar 300 kepala keluarga (KK) di Madak kini dapat memenuhi kebutuhan air sehari-hari langsung dari rumah masing-masing.
Dampaknya melampaui urusan dapur. Dengan air yang tersedia di rumah, kualitas sanitasi meningkat dan penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) menjadi lebih mudah, seperti mencuci tangan pakai sabun, menjaga kebersihan diri, dan merawat lingkungan. Pada akhirnya, risiko penyakit berbasis lingkungan dapat ditekan dan kualitas hidup masyarakat membaik.
Namun bagi Husein, air yang mengalir hari ini baru separuh cerita. Separuh lainnya adalah memastikan air itu tetap mengalir esok hari. Karena itu, di Madak telah dibentuk kelompok pengelola air bersih. Warga diharapkan berperan aktif menjaga, merawat, dan mengelola fasilitas secara mandiri dan bertanggung jawab, dengan semangat gotong royong.
Husein berharap fasilitas ini dimanfaatkan secara optimal dan dijaga bersama, agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat Madak hingga generasi mendatang. Baginya, air bersih ini bukan hanya jawaban atas kebutuhan hari ini, melainkan warisan berharga bagi anak cucu.
Semangat itu sejalan dengan pesan PLN. General Manager PLN UIP MPA, Abdul Haris, menyebut keberlanjutan sebagai inti dari program ini.
“Kami membangun fasilitasnya, tetapi masyarakatlah yang menghidupkannya. Dengan sekitar 300 KK yang kini menikmati air bersih, pembentukan kelompok pengelola menjadi kunci agar warga memiliki rasa memiliki dan ikut menjaga. Dengan begitu, air bersih di Madak tidak hanya bermanfaat hari ini, tetapi menjadi warisan bagi anak cucu,” kata Abdul Haris.
Ia menegaskan, PLN ingin kehadirannya memberi manfaat yang bertahan lama bagi masyarakat di wilayah kerjanya.
“Di tengah tantangan kemarau, kami ingin memastikan masyarakat tetap terlayani kebutuhan dasarnya. PLN membangun, masyarakat merawat. Jika keduanya berjalan bersama, manfaatnya akan terus mengalir,” tambahnya.
Di Madak, air kini tidak lagi dijemput dari jauh. Ia dijaga bersama. (ikh)