Pemprov Malut dan Pemkot Ternate Bakal Bangun Pagar Keliling TPA Buku Deru-Deru
Ternate, malutpost.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara (Malut) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate akan membahas pembangunan pagar keliling Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome.
Langkah ini menjadi salah satu upaya untuk melindungi masyarakat di sekitar lokasi sekaligus membenahi sistem pengelolaan sampah pascakebakaran.
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menyampaikan rencana tersebut saat meninjau langsung lokasi kebakaran TPA Buku Deru-Deru, yang berlokasi di Kelurahan Takome, Kota Ternate, Kamis (15/10/2026).
Sherly mengatakan, kebutuhan pembangunan tembok pembatas akan dihitung terlebih dahulu melalui penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Selanjutnya, Pemprov Maluku Utara dan Pemkot Ternate akan berbagi pembiayaan agar pembangunan dapat segera direalisasikan.
“Untuk masyarakat yang ada di sekitar sini, tadi Pak Wali Kota sudah menyampaikan kebutuhan dan permintaan untuk tembok. Akan dihitung RAB-nya berapa, kemudian akan kita sharing bersama dengan Pemkot Ternate dan Pemprov untuk segera pembangunan tembok batas,” kata Sherly.
Selain pembangunan pagar, Sherly menyoroti kondisi TPA Buku Deru-Deru yang memiliki luas sekitar 30 hektare.
Ia menyebutkan, berdasarkan informasi yang disampaikan Wali Kota Ternate, M. Tauhid Soleman, kapasitas TPA tersebut telah terisi sekitar 80 persen, dengan tambahan sampah mencapai 120 ton setiap hari.
Dari total sampah yang masuk, sekitar 80 persen merupakan sampah organik. Kondisi ini dinilai perlu ditangani melalui sistem pengolahan yang lebih modern agar penumpukan sampah tidak terus berlanjut.
Sherly mengatakan, Pemprov Maluku Utara dan Pemkot Ternate akan duduk bersama Kementerian Lingkungan Hidup serta melibatkan pihak swasta yang memiliki keahlian dalam pengelolaan sampah.
Salah satu opsi yang akan didorong adalah mengolah sampah organik menjadi pupuk yang dapat dimanfaatkan petani. Dengan demikian, volume sampah yang berakhir di TPA dapat ditekan.
“Kita akan duduk bersama dengan Kementerian Lingkungan Hidup, kota, provinsi, dan pihak swasta yang memang punya keahlian dalam mengurus sampah. Sampah-sampah organik ini akan kita olah menjadi pupuk organik yang bisa dimanfaatkan oleh petani kita sehingga tidak ada sampah baru lagi yang bertumpuk,” ujarnya.
Tidak hanya berfokus pada pembangunan pagar, Sherly juga menegaskan rencana pembenahan sistem pengelolaan sampah di TPA Buku Deru-Deru. Metode open dumping atau pembuangan sampah secara terbuka akan dihentikan dan digantikan dengan metode sanitary landfill.
Metode ini dilakukan dengan menempatkan sampah di area yang dirancang khusus, memadatkannya, kemudian menutupnya dengan lapisan tanah secara berkala. Sistem tersebut diharapkan dapat memperbaiki pengelolaan sampah sekaligus mengurangi risiko lingkungan.
Dengan perubahan metode tersebut, penanganan sampah lama dapat menjadi fokus, sementara sampah baru diharapkan bisa diolah sebelum menambah beban TPA.
Sherly juga menekankan pentingnya membangun sistem pengamanan untuk mencegah kebakaran serupa terulang. Di antaranya melalui pembuatan jalur penyaluran gas yang aman serta penyediaan titik-titik air untuk mempercepat penanganan apabila terjadi kebakaran.
“Untuk masa depan, akan dibuat jalur-jalur penyaluran gas yang aman sehingga tidak terjadi kebakaran seperti ini. Ada titik-titik air jika terjadi seperti ini, penanganannya bisa lebih efektif,” pungkasnya. (nar)